19 May 2019

Korupsi, 70 PNS di Banten Dipecat

Gubernur Banten Wahidin Halim

 

KONFRONTASI  -    Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim melakukan PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat) kepada 17 ASN yang bertugas di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Tindakan tegas itu dilakukan selain dalam rangka membersihkan jajaran Pemprov Banten terhadap pegawai yang kasus hukumnya sudah inkracht atau berkekuatan hukum tetap, juga merupakan rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

”Saya ingin menciptakan iklim kerja di Pemprov Banten dengan ASN yang berintegritas dan bersih,” terangnya sesaat menerima laporan Kepala Inspektorat Provinsi Banten Kusmayadi bersama jajarannya, di kediamannya Minggu (7/4/2019).

Gubernur yang akrab di sapa WH itu juga menegaskan, dirinya ingin membuktikan kepada masyarakat Banten, dirinya tidak main-main dengan pemberantasa korupsi di wilayah yang dia pimpin. Karena, korupsi terus merusak citra serta integritas Pemprov Banten.

”Saya akan tegakkan dan jalankan setiap rekomendasi KPK yang selama ini telah meenjadi mitra Pemprov Banten melalui Satgas Koordinasi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK Banten,” terang WH juga. Bahkan menunjukkan keseriusan memberantas korupsi, Wahidin membentuk satgas (satuan tugas) yang berasal dari unsur BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) guan melengkapi tugas Inspektorat Banten.

Sedangkan Kepala Inspektorat Banten Kusmayadi, mengatakan 17 ASN yang dipecat itu karena terlibat pidana korupsi itu tersebar di berbagai OPD. Dengan rincian, 17 ASN bertugas di Pemprov Banten, 10 ASN bertugas di Kabupaten Serang, 13 ASN bertugas di Kabupaten Pandeglang.

Sisanya, 3 ASN bertugas di Kabupaten Lebak, 11 ASN bertugas di Kabupaten Tangerang, 7 ASN di Kota Cilegon, 3 ASN bertugas di Kota Serang dan 6 ASN bertugas di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Total keseluruhannya 70 ASN yang diberhentikan dengan tidak hormat.    (Jft/.indopos)

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Minggu, 19 May 2019 - 12:15
Minggu, 19 May 2019 - 12:06
Minggu, 19 May 2019 - 11:59
Minggu, 19 May 2019 - 11:57
Minggu, 19 May 2019 - 10:59
Minggu, 19 May 2019 - 10:57
Minggu, 19 May 2019 - 09:59
Minggu, 19 May 2019 - 09:57
Minggu, 19 May 2019 - 08:59
Minggu, 19 May 2019 - 08:57
Minggu, 19 May 2019 - 07:59
Minggu, 19 May 2019 - 07:57