24 April 2019

Ketua PP Muhammadiyah Ajak Kaum Intelektual Beri Pencerahan Untuk "Sumbu Pendek"

KONFRONTASI -  Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta kalangan intelektual tidak berdiam diri jelang pemungutan suara Pilpres 2019.

Menurutnya, saat ini banyak masyarakat yang cenderung bersumbu pendek dalam menerima informasi.

Dia mengimbau kaum terdidik di kampus-kampus menjadi pencerah dengan memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat bawah, terkait kondisi bangsa yang sebenarnya.

"Sangat (dibutuhkan). Jadi peran intelektual itu ya sebagai pencerah. Kalau dalam bahasa agama disebut sebagai ar rasikhuna fil ilmi, sebagai pencerah," kata Haedar di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (11/2/2019).

"Di saat masyarakat berpikir sumbu pendek. Ya tugas intelektual, tugas ilmuwan itu memberi perspektif kayak gini lho politik itu, politik ini sebenernya menjadi alat demokrasi yang baik buat kita berbangsa dan bernegara, bukan alat untuk perang dan permusuhan," lanjutnya.

Haedar memandang, kalangan intelektual saat ini masih banyak yang memilih bungkam. Sementara kaum intelektual yang bersuara lantang adalah mereka yang bergabung di salah satu timses capres-cawapres 2019.

"Maka saya imbau kaum intelektual itu harus tetap menjadi kekuatan yang mencerahkan akal budi masyarakat. Jadi dari UGM, dari UI, ITB, perguruan tinggi Muhammadiyah ayo bangkit kaum intelektual," tuturnya.

"Maka mereka yang sekarang ada di kampus-kampus, di lab, dan berada di menara gading saya imbau untuk mari turun gunung mencerahkan masyarakat. Agar suasana berpolitik itu gembira, riang," pungkas Haedar. (Jft/Teropong)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...