21 July 2019

Ketua DPR Minta Penyelanggara Pemilu Jaga Integritas, Profesional, dan Independensi

  

KONFRONTASI -   Ada sejumlah persoalan dalam pelaksanaan Pemilu 2019, seperti kotak suara yang belum tiba di Tempat Pemungutan Suara (TPS), keterlambatan pembukaan TPS, kurangnya jumlah surat suara, adanya pemilih yang tidak mendapatkan C6, tidak tersegelnya kotak suara, pengerahan dan intimidasi kepada pemilih, serta beberapa wilayah yang akan menjalani Pemilu ulang.

Untuk itu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo melalui siaran persnya yang diterima redaksi beritabuana.co, Jumat (19/4/2019) mendorong Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebagai penyelenggara pemilu untuk melakukan evaluasi terhadap seluruh permasalahan-permasalahan tersebut.

“KPU dan Bawaslh juga harus memastikan hasil Pemilu 2019 tetap berdasarkan asas Pemilu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil), serta prinsip bekerja dengan transparan, berintegritas, profesional, dan menjaga independensi,” ujarnya.

Selain itu, menurut Bamsoet, KPU agar memastikan wilayah yang akan menjalani Pemilu ulang akan dilaksanakan sesuai waktu yang telah disepakati dan tidak terjadi lagi pelanggaran maupun kesalahan dalam pelaksanaan Pemilu.

Bamsoet juga minta Bawaslu bersama Kepolisian untuk mengusut dan memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran dalam Pemilu 2019.

“Mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak memprovokator, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum diketahui kebenarannya, serta tetap berpedoman berdasarkan data resmi KPU untuk mengetahui hasil riil Pemilu 2019,” demikian Ketua DPR. (Jft/BB)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...