19 February 2017

Keterlibatan Ahok, Kejahatan Korporasi Taipan dan Kasus Sunny dalam Skandal Reklamasi

JAKARTA-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta mendesak Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) untuk segera memeriksa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Thajaja Purnama (Ahok), terkait dugaan korupsi pemulusan rancangan pembahasan rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang rencana pembangunan Pulau G,I,J, dan K dalam proyek reklamasi Teluk Jakarta. "Gubernur Ahok sebagai orang yang terlibat banyak. Periksa dia sebagai saksi. Dia yang ngajuin izin," ujar Kepala Bidang Penanganan Kasus Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Muhammad Insur di Kantor LBH, Jakarta Pusat, Sabtu (2/4/2016).

KPK juga diharapkan berani memeriksa anggota DPRD DKI Jakarta serta kepala dinas yang membawahi reklamasi Teluk Jakarta. Insur mengatakan, seharusnya Ahok berpihak kepada rakyat dengan tidak mengajukan izin reklamasi di Teluk Jakarta Utara, karena mengizinkan pembangunan tersebut, maka bisa berdampak terhadap perusakan lingkungan pesisir maupun penggusuran ruang hidup dan penghidupan nelayan di Teluk Jakarta. "Ahok seharusnya pro ke rakyat, harus melindungi rakyat. Dia kan bapaknya rakyat DKI Jakarta bukannya korporat," tegas Inur.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akhirnya membeberkan siapa sosok Sunny Tanuwidjaja yang saat ini sudah dicegah oleh KPK.

Ahok mengaku bahwa Sunny memang aktif dalam berbagai kegiatan politik dirinya. Bahkan Sunny pernah diajak Ahok bertemu dengan tokoh seperti Megawati dan Surya Paloh.

Foto: Okezone

Ahok juga mengakui Sunny terlibat dalam gerakan TemanAhok yakni relawan yang saat ini mendukung dirinya maju sebagai cagub independen.

"Aku pikir dia ikuti semua ya. Tapi dia enggak terlibat langsung," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (7/4/2016).

Menurutnya, keterlibatan Sunny di TemanAhok hanya untuk mencermati kerja-kerja TemanAhok yang mendukung Ahok maju lewat jalur independen ke Pilgub DKI.

Atas keterlibatan Sunny di TemanAhok membuat Megawati menyebut Sunny sebagai orang yang mendorong Ahok untuk maju lewat jalur perseorangan atau independen.

"Terus Bu Mega berpikir dia (Sunny) yang memprovokasi saya untuk eksperimen. Saya juga cerita, 'Wah gue ini kelinci percobaan lu (kamu Sunny) ya. Jangan ngompor-ngompori gue (saya Ahok) ya, hahaha...' Gue suka begitu saja (bercanda)," kata Ahok.

Selain itu, Sunny juga pernah aktif di Center for Strategic and International Studies (CSIS). Bahkan Sunny pernah menjadi Direktur Eksekutif Center for Democracy and Transparency (CDT), sebuah lembaga riset yang pernah mendukung pasangan Ahok-Eko Cahyono di Pilkada Bangka-Belitung, meski akhirnya gagal.

"Bukan Ahok Center, tapi CDT. Jadi karena dia mau doktor, saya kan lepas enggak boleh lagi pegang yayasan, CDT. Aku kasih ke mereka, aku lepas," kata Ahok

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak kaget dengan terseretnya nama Presiden Direktur Agung Podomoro Land dalam kasus dugaan suap terhadap Anggota DPRD DKI Jakarta Muhammad Sanusi terkait pengurusan Raperda Zonasi pantai Jakarta dan pulau-pulau pesisir.

"Sebetulnya APL itu utang cukup banyak, termasuk porperti. Kalau bangun apartemen wajib menyerahkan 20% untuk rumah rakyat. Selama ini belum mereka serahkan. Mereka merasa sudah serahkan Kalibata City, menurut kita Kalibata City itu bukan, Rusunami kan," kata Ahok kepada wartawan, Jumat (1/4/2016).

Pemprov kata Ahok, bukan diam saja atas 'utang' APL selama ini. Pihaknya sudah menagih janji APL dibeberapa titik pembangunan yang dijanjikan.

"Berapa kai kita tagih, Muara Baru, Daan Mogot, kita tagih. Kewajiban didapatkan," ungkapnya.

Soal reklamasi, Ahok mengaku belum bisa memutuskan kelanjutan proyek yang penuh pro kontra tersebut. Sebab dalam tiga kali agenda pengesahan, tiga kali juga harus gagal.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akhirnya membeberkan siapa sosok Sunny Tanuwidjaja yang saat ini sudah dicegah oleh KPK.

Ahok mengaku bahwa Sunny memang aktif dalam berbagai kegiatan politik dirinya. Bahkan Sunny pernah diajak Ahok bertemu dengan tokoh seperti Megawati dan Surya Paloh.

Ahok juga mengakui Sunny terlibat dalam gerakan TemanAhok yakni relawan yang saat ini mendukung dirinya maju sebagai cagub independen.

"Aku pikir dia ikuti semua ya. Tapi dia enggak terlibat langsung," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (7/4/2016).

Menurutnya, keterlibatan Sunny di TemanAhok hanya untuk mencermati kerja-kerja TemanAhok yang mendukung Ahok maju lewat jalur independen ke Pilgub DKI.

Atas keterlibatan Sunny di TemanAhok membuat Megawati menyebut Sunny sebagai orang yang mendorong Ahok untuk maju lewat jalur perseorangan atau independen.

"Terus Bu Mega berpikir dia (Sunny) yang memprovokasi saya untuk eksperimen. Saya juga cerita, 'Wah gue ini kelinci percobaan lu (kamu Sunny) ya. Jangan ngompor-ngompori gue (saya Ahok) ya, hahaha...' Gue suka begitu saja (bercanda)," kata Ahok.

Selain itu, Sunny juga pernah aktif di Center for Strategic and International Studies (CSIS). Bahkan Sunny pernah menjadi Direktur Eksekutif Center for Democracy and Transparency (CDT), sebuah lembaga riset yang pernah mendukung pasangan Ahok-Eko Cahyono di Pilkada Bangka-Belitung, meski akhirnya gagal.

"Bukan Ahok Center, tapi CDT. Jadi karena dia mau doktor, saya kan lepas enggak boleh lagi pegang yayasan, CDT. Aku kasih ke mereka, aku lepas," kata Ahok.[jat]

Category: 

Berita Terkait

Baca juga


Loading...