15 October 2019

Keponakan Ungkap Syarat Prabowo Mau Deklarasikan Diri Sebagai Capres

KONFRONTASI-Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra Aryo Djojohadikusumo mengatakan, ada beberapa hal yang bisa membuat Ketua Umumnya Prabowo Subianto untuk bisa mendeklarasikan dirinya maju Pilpres 2019 selain dukungan internal. Syarat itu adalah realitas dukungan masyarakat.

"Syarat kedua dukungan masyarakat. Salah contoh dukungan real masyarakat melalui pilkada nanti. Bagi kami ada pilgub yang menjadi kunci seperti Jabar, Jateng, Sumut, Sumsel, Sulsel, NTB, NTT, Bali, Kalbar. Kalau calon yang disodorkan Gerindra menang, berarti dukungan masyarakat real," kata Aryo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3).

Menurut Aryo yang juga keponakan Prabowo ini, sejauh ini mayoritas dukungan pada calon dari Gerindra di Pilkada 2018 selalu Di atas 24 persen. Sehingga ia yakin dukungan masyarakat pada Prabowo juga sangat besar dan memungkinkan untuk bisa maju Pilpres 2019.

"Bulan Juni akan kelihatan apakah dukungan masyarakat real. Insya Allah setelah itu beliau akan memantapkan, sekaligus dengan cawapresnya," ungkapnya.

Hingga kini Gerindra masih tetap bersikukuh untuk mengusung Prabowo maju Pilpres 2019. Sebab partai berlambang burung garuda itu khawatir calon presiden lainnya tidak memiliki visi-misi yang sama dengan Gerindra.

"Kekhawatiran kami, calon selain Prabowo belum mengerti terhadap visi misi dan program manifesto perjuangan Gerindra tidak sekomplit Pak Prabowo sebagai capres," ucapnya.

Diketahui, hingga kini Prabowo belum juga mendeklarasikan diri untuk maju Pilpres 2019. Menurut Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo segala kemungkinan terkait Pemilu 2019 masih bisa terjadi di internal Partai Gerindra. Termasuk kemungkinan Prabowo tidak maju Pilpres.

"Yang menentukan semua Tuhan Yang Maha Esa. Anda percaya itu. Anything is possible," kata Hashim di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3).[mr/mdk]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...