17 September 2019

Kata Rahmawati: Sumber Api Itu ada Pada Megawati

KONFRONTASI - Anak kandung presiden pertama RI Soekarno, Rachmawati Soekarno Putri meminta adik kadungnya yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, agar tidak terlalu ikut campur dalam mengatur kebijakan negara. Menurutnya, sudah menjadi rahasia umum bahwa Presiden Jokowi selalu mendapat tekanan dari Megawati soal berbagai kebijakan yang ada sekarang ini.

Dia menilai ngototnya PDIP agar Komjen Budi Gunawan (BG) segera dilantik menjadi bukti bahwa Megawati sangat berkeinginan menjadikan mantan ajudannya tersebut menjadi Kapolri. "Megawati yang menjadi biang masalah. Ketua Umum PDIP ini memiliki konsen berat dilantiknya BG. Sudah jadi rahasia umum," kata Rachma di kediamamnya, Jalan Jati Padang, Jakarta Selatan, Kamis (19/2/2015).

Dia pun mengapresiasi sikap Jokowi yang berani keluar dari tekanan Megawati dan memutuskan untuk tidak melantik BG serta menunjuk Badrodin Haiti sebagai penggantinya. Meskipun demikian, dirinya juga menyayangkan respon lambat Jokowi, sehingga masalah ini semakin melebar dan berujung pada konflik Polri Vs KPK.

"Harusnya sejak awal sudah dibatalkan pelantikannya," tegasnya.

Dia pun meminta Jokowi agar terus bisa bersikap kepada partai pendukungnya dan jangan hanya dijadikan boneka oleh Megawati. Sebagai presiden, lanjutnya, Jokowi harus lepas dari segala tekanan partai politik.

"Jangan korbankan kepentingan untuk Ketua Umum PDIP," cetusnya.

Ketika ditanya pandangannya soal Badrodin Haiti, Rahma menilai Badrodin adalah orang yang sepertinya lugu dan tidak ambisius seperti para Jenderal yang lain. "Saya lihat orangnya lugu, dia tidak beringas. Harapannya dia tahulah fungsinya sebagai Kapolri bagaimana. BG (Budi Gunawan) ini merubah muka polisi ‎jadi alat penguasa," imbuhnya.

Dia pun berharap jalan Badrodin menuju kursi Kapolri bisa berjalan mulus karena Racha menilai pasti ada orang-orang yang akan menghalanginya baik secara politik maupun dengan cara lainnya.

"Mudah-mudahan Pak Badrodin bisa menjalankan amanat Tribata Satu. Saya mendukung dilakukan reformasi di tubuh Polri ini," cetusnya.

Kriminalisasi KPK berlanjut

Rachma menilai meskipun Jokowi sudah membatalkan pelantikan BG namun upaya kriminalisasi terhadap KPK tidak akan berhenti. Terlebih lagi, lanjutnya, KPK ingin mengungkap kasus BLBI yang didalangi Megawati dan para kroninya.

"Saya mendengar saat menjelang pilpres, KPK mengungkapkan akan membongkar kasus BLBI yang tentunya akan memanggil Megawati. Di sini Abraham sudah menjadi target operasi, karena kasus ini tidak berdiri sendiri," jelasnya.

Selain itu, kepemilikan senjata api yang dituduhkan kepada para penyidik KPK juga aneh. Tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri beralasan yang namanya penyidik harus memiliki senjata untuk berjaga-jaga.

"Tapi kan kriminalisasi senpinya, itu kan Mabes Polri. Ini ada upaya. Dia polisi punya hak bawa senjata," ungkapnya.

Karena itu, harus ada upaya dari Presiden Jokowi untuk membenahi kepemimpinan di Polri agar bisa terus bersinergi dengan penegak hukum lain terutama KPK. "Dan pembersihan harus dilakukan. Di antara pimpinan Polri sendiri kan sudah sempat terbelah. Kabareskrim (Budi Waseso) copot bikin kisruh di dalam dan dia keluar arogan. Dia tebang pilih (tangani kasus)," pungkasnya.(Juft/HT)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...