22 August 2019

Kampung Pinggiran, PR Besar Risma Sebelum Maju ke DKI

Konfrontasi - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, dinilai berhasil dalam membangunan Kota Pahlawan. Terutama pembangunan yang bersifat fisik, yang berada di tengah perkotaan. Begitu juga dengan sarana dan prasarana sudah bagus.

Pengembangan wilayah barat dan timur Surabaya juga bagus, meskipun belum merata. Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya, Achmad Muhibbin Zuhri, dilansir Okezone, Jumat (22/7/2016).

“Secara umum pembangunan fisik yang ada di tengah kota sudah bagus. Tetapi ada yang kurang diperhatikan yakni kampung pinggiran. Di mana problem kampung kumuh itu masih belum diselesaikan,” terang Muhibbin.

Padahal, sambungnya, banyak masyarakat Surabaya yang tinggal di pemukiman tersebut. Kampung lama ini belum tersentuh pembangunan. Akibatnya, persoalan kampung kumuh masih terjadi.

Di samping itu, yang perlu menjadi atensi mengenai sisi pembangunan non fisik. Di mana minuman alkohol (mihol) dan asusila masih banyak dijumpai di kota Pahlawan. Pemkot Surabaya perlu meningkatkan kerjasama dengan organisasi lain untuk menekan permasalahan ini.

“Prestasinya untuk memberantas mihol dan asusila belum cukup menggembirakan, walaupun telah mendapat prestasi internasional berkat menutup lokalisasi Dolly. Namun, kemudian praktek prostitusi bergeser ke hotel melati dan tempat kos. Itu perlu diperhatikan imbas menyamping kemana. Semestinya itu harus ditindaklanjuti, jangan cuma menutup dolly,” tandasnya. (oke/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...