22 October 2019

Kader PAN Dianggap Tak Pantas Menjelek-Jelekan Zulhas dan Hatta

KONFRONTASI -  Ketua DPP PAN, Dewi Coryati berharap dua kubu calon ketua umum, Zulkifli Hasan dan Hatta Rajasa, bersaing secara sehat. Para pendukung masing-masing calon ketua umum juga diharapkan tidak saling menjatuhkan dalam mem­promosikan jago-jagonya.

"Kita jangan saling black campaign. Kan yang bertandingsaudara semua. Slogan di PAN itukan saudaraku,"  kata Dewi Coryati ke­pada wartawan di Gedung DPR, Senayan, kemarin.

Dia mengingatkan, menggu­nakan kampanye hitam untuk menjatuhkan saudaranya sendiri, diibaratkan seorang muslim yang memakan daging saudaranya sendiri. "Kita tidak mau seperti itu. Dua-duanya (Hatta dan Zul) kader PAN. Tidak pantas saling menjelekkan. Lebih baik adu program saja."

Dewi mengatakan, kongres merupakan ajang untuk mencari pemimpin partai yang memang bisa mengayomi semua kader partai. Intinya, siapapun yang menang di kongres adalah orang PAN. "Bukan orang lain."

Lebih lanjut, kata Dewi, efek dari kampanye hitam sangat bu­ruk pasca kongres. Komunikasi di antara kedua kelompok bisa terganggu. Semua kader pasti sepakat pasca kongres bisa rang­kulan dan tidak ada luka karena kampanye hitam. 

"Emang kita tidak mau ketemu lagi apa? Kalau masing-masing melakukan black campaign," ujarnya.

Senada, Ketua DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay juga berharap kedua kubu hendaknya mengedepankan prestasi dan ke­unggulan masing-masing dalam mempromosikan diri. Dia mengata­kan, kongres adalah untuk berlomba mencari kader yang terbaik. 

"Kalau saling menjatuhkan, par­tai yang rugi, sama saja merugikan semua, termasuk mereka yang tidak punya hak pilih," kata Saleh.

Ketua Komisi VIII DPR ini juga berpesan agar kekurangan masing-masing kandidat jangan diungkapkan ke publik. Dia bilang,hal tersebut bisa ber­dampak buruk bukan hanya pada calon ketum, melainkan juga pada citra PAN sendiri.

"Menyebutkan kelemahan calon, berarti juga merendahkan kualitas kader PAN. Praktis, citra PAN justru akan jatuh di mata publik," tandasnya.

Seperti diketahui, jelang Kongres PAN ada gerakan kampanye hi­tam yang menimpa dua kandidat. Kampanye hitam yang menyerang Hatta Rajasa soal hubungan besan antara Hatta dan SBY. Jika Hatta memimpin kembali, maka PAN akan menjadi subordinasi Partai Demokrat. Isu lain mengatakan Hatta tidak negarawan, sektarian dan tidak pluralis.

Sementara kampanye hitam yang menyerang Zulkifli terkait hubungan dengan Amien Rais yang notabene besannya sendiri. Jika Zul menang, maka aroma dinasti Amien Rais bakal men­guat. Termasuk juga soal koru­psi yang terjadi ke Kementerian Kehutanan semasa Zulkifli men­jadi menteri Kehutanan.  [***/rm]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...