14 October 2019

Jokowi Salah Besar kalau Tidak Rekrut Rizal Ramli jadi Cawapresnya menuju 2019

 KONFRONTASI- Situasi sosial-ekonomi kini sudah berubah makin buruk, dan dengan majunya Prabowo Subianto sebagai capres 2019, adalah kesalahan besar Presiden Jokowi kalau tidak menarik Rizal Ramli (RR) sebagai calon Wapresnya menuju pilpres 2019 sejak dari sekarang. Terpuruknya ekonomi dan merosotnya daya beli rakyat serta isu agama yang meluas, hendaknya mendorong Jokowi untuk merekrut RR sebagai cawapresnya ketimbang politisi atau sosok lain yang tidak  berkualitas dan tidak teruji rekam jejaknya. RR sangat dekat dengan NU/Muhammadiyah dan kaum Muslim pada umumnya karena komitmen kerakyatan RR melaksanakan Trisakti dan ekonomi konstitusi/pasal 33 UUD45

Demikian pandangan Dr Jerry Massie dari Indonesian Public Insttiute (IPI), kemarin. Menurutnya, duet Jokowi-RR akan membuka kemenangan dan pembaruan bagi ekonomi Jokowi ke depan dan membuka peluang bagi perbaikan hubungan dengan ummat Islam.

Terpisah, analis politik Herdi Sahrasad menambahkan bahwa berbagai kalangan sudah menyarankan agar duet Jokowi-RR (UGM-ITB) segera diwujudkan untuk perbaikan ekonomi dan kondisi bangsa, namun sinyal Jokowi bisa terlambat kalau tidak segera memutuskan.

 ‘’RR mampu membanguan ekonomi dengan pertumbuhan 7-10% seraya memperbaiki hubungan dengan ummat Islam sebab komitmen RR adalah perbaikan ekonomi rakyat dengan basis sosial dukungan  kaum nasionalis cultural dan NU/Muhammadiyah,’’ imbuh Herdi Sahrasad, pengajar/peneliti senior Univ. Paramadina dan UMJ.

Sejauh ini, para analis menilai hubungan Jokowi dan ummat Islam sangat buruk dan tegang, sebab ummat Islam trauma kepada Jokowi yang dinilai  tidak adil, represif kepada Muslim dan  menyimpang dari Trisakti/Nawa Cita serta terlalu membela Ahok selaku penista agama sehinga isu agama dan ekonomi membaur jadi problem sangat sensitive yang menjauhkan Islam dari Jokowi. (jj)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...