22 August 2019

Jokowi harus Ingat Sindiran Emak-Emak: Bohong Lagi, Janji Lagi, Bohong Lagi, kata peneliti

KONFRONTASI- Kepemimpinan Prabowo Subianto-Sandi Uno memiliki prospek cerah dibandingkan Jokowi- Maruf Amin yang sudah menjadi kontroversi sejak awal. Kegagalan Jokowi membuat masyarakat emoh Jokowi, apalagi spirit perubahan tak bisa dibendung lagi karena rakyat sangat kecewa dan frustasi pada era Jokowi yang memeras rakyat untuk proyek infrastruktur. Dunia usaha dan masyarakat dikejar pajak, padahal ekonomi terpuruk dan daya beli rakyat ambruk. Jokowi juga dibayangi krisis energi, mahalnya pangan dan krisis multidimensi yang mendorong  emak-emak (ibu-ibu) menolak Jokowi dan melakukan perlawanan oposisi.

Demikian pandangan Nehemia Lawalata dari Persatuan Alumni GMNI, Muhamad Nabil MA peneliti independen, Ir Arif Budijono aktivis senior  ITS, Ari Purwanto jurnalis, peneliti F Reinhard MA , dosen Universitas Paramadina Herdi Sahrasad,Ahli energi Iwan Ratman PhD, dan Ir Zulfian MSc  ahli teknik jebolan ITB dan London. Dalam diskusi yang diselenggarakan Prabowo Centre dan Para Alumni Perguruan Tinggi se-Indonesia di Menteng, Jakarta Jumat (23/2),  para panelis menilai kegagalan Jokowi dengan tumpukan utang lebih Rp5200 trilyun telah membuat masa depan bangsa ini suram, namun oleh Jokowi dipaksa optimis karena mungkin  kapasitas otak Jokowi tidak nyandak dan sudah penuh data sesat, ngawur  dan bodong.

'' Emak-emak menyebut Jokowi bohong lagi, janji lagi, bohong lagi,'' kata F Reinhard menirukan protes emak-emak di berbagai kota.

''Jokowi harus Ingat dampak sindiran Emak-Emak: bohong lagi, janji lagi, bohong lagi, hal itu jangan diulangi Jokowi,'' katanya berpesan.

Para panelis menghimbau agar data sesat, dan ngawur tidak dipakai Jokowi lagi dalam kampanye dan debat capres berikutnya.(FF)

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...