22 July 2019

Jokowi Bikin Negara Makin Berantakan, The Indonesian Reform: Wapres JK Sebaiknya Mundur

KONFRONTASI - Pengamat politik dan hukum dari The Indonesian Reform, Martimus Amin mengatakan dari awal Jusuf Kalla memiliki pandangan berbeda dengan Joko Widodo. Tidak hanya dalam menyikapi konflik KPK versus Polri dan pembekuan PSSI semata. Publik mungkin masih ingat sebelumnya JK pernah menilai bahwa Jokowi tidak pantas mencalonkan diri sebagai capres.

"Penilaian JK tersebut sangat logis karena jika sampai Jokowi yang baru menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta mau dicalonkan sebagai capres akan menyebabkan terjadi. Kekacauan sistem ketatanegaraan," kata Martimus Amin (Kamis, 4/6). 

Kekhawatiran itu nyatanya terjadi. Terbukti, papar Martimus, sejak Jokowi terpilih menjadi presiden, pengelolaan negara telah mengalami kekacauan sangat hebat. Dari janji-janji kampanye Pilpres yang tidak ada satupun terealisasi seperti program nawacita, kini mau berhutang luar negeri kembali. Harga kebutuhan pokok dan BBM semakin melambung tinggi di tengah  kurs rupiah anjlok. 

"Belum lagi merebaknya beras plastik dan ijazah palsu menteri, serta kegaduhan politik yang ditimbulkan dari kebijakan politik Jokowi terkait pengusulan calon kapolri dan penerbitan Perppu tentang KPK yang melanggar norma hukum," urainya lebih lanjut. 

Lembaga KPK juga dilemahkan dan status tersangka dapat dipraperadilkan sehingga kebijakan antikorupsi menjadi kendor. 

Hanya saja, di satu sisi, ia menyayangkan JK ternyata tidak komitmen dengan penilaiannya itu sendiri. Ironisnya, mantan ketua umum Golkar itu malah menggebu menjadi cawapres Jokowi. 

Hemat Martimus, ada baiknya JK  mundur saja dari jabatannya di pemerintahan saat ini.

"Negara akan semakin berantakan dipimpin orang yang pinter ngeles, tidak komit dan tidak becus mengelola negara," kritiknya.[ian/rm]

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...