24 February 2019

JK Pilih Airlangga Hartarto Pimpin Golkar karena di bawah Kendalinya: PR besar dan Beban baru bagi Jokowi?

KONFRONTASI-  Para peneliti politik menilai, tidak mengherankan kalau Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto adalah sosok yang paling ideal memimpin Partai Golkar, sebab Airlangga bakal mudah dikendalikan  JK dan orang-orangnya. Kondisi ini akan menyulitkan posisi dan peran Jokowi dalam mengambil kebijakan dan gerak langkah kenegaraan ke depan sebab Golkar  dalam kontrol kubu JK, sehingga  bakal jadi beban Jokowi.

''Airlangga Hartarto bukan tipikal fighter, bukan petarung politik dan   terlalu lemah untuk pimpin Partai Golkar dan dia tidak akan bisa mencegah kendali  Jusuf Kalla, tak akan mampu menghadapi intervensi Jusuf  Kalla  di Golkar. Situasi kondisi ini akan menyulitkan Presiden Jokowi ke depan karena bargaining position Golkar yang sangat besar, akan membelenggu Jokowi sendiri,'' kata peneliti The New Indonesia Foundation M. Fathur.

Hal ini pararlel dengan pandangan Analis politik dari UIN Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago yang menilai bahwa , kemenangan Kelompok JK yang dalam Golkar tersebut diyakini akan berdampak pada kemungkinan dievaluasinya dukungan Golkar ke Jokowi.  ‘’Dukungan ke Jokowi itu akan dievaluasi Golkar kubunya JK,"katanya.

Juru bicara Presiden Ke-4 Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi,  dengan masuknnya AIrlangga maka  JK  mudah mengambil alih  kontrol dan kendali Partai Golkar dan DPR, berkaitan dengan menjelang tahun politik 2018 dan  pilpres 2019.

Peneliti politik  Lutfi Syarqawi  yang juga aktivis muda NU mengingatkan bahwa JK sangat kuat dan jaringannya sudah dibangun sehingga kalau Airlangga jadi Ketum Golkar, maka dia akan meminta dukungan JK dengan segala konsekuensinya dan dampaknya terhadap Jokowi. ‘’Kalaupun Jokowi nyapres lagi dengan dukungan Golkar, mudah diduga kubu JK bakal minta konsesi besar dan politik transaksionalnya juga besar, yang menyulitkan Jokowi sendiri,’’ ujarnya. (fh)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...