21 April 2018

Jika Betul Sakitnya Berat, Setnov Mundur Saja dari Ketum Golkar, Sebut Ahmad Doli :

KONFRONTASI -    Tidak hadirnya tersangka korupsi e-KTP Setya Novanto yang juga Ketua Umum Partai Golkar, memenuhi panggilan KPK dengan alasan sakit dan hingga harus dirawat inap di RS Siloam mendapat reaksi dari tokoh Generasi Muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia.

“Seperti yang sudah kita duga, SN tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK,” ujar Doli, Senin (11/9) di Jakarta.

Padahal seperti dikatakan Doli, Sekjen Idrus Marham berkali-kali dalam dua hari belakangan ini memastikan bahwa SN akan memenuhi panggilan itu. Bahkan Doli mengaku mendapat informasi, bahwa kemarin maupun hari-hari sebelumnya SN baik-baik saja sempat hadir di beberapa pertemuan dan undangan.

“Bila benar, kalau hari ini tiba-tiba sakit, apalagi sakitnya tiba-tiba jadi banyak, seperti yang dikabarkan terkena secara bersamaan vertigo, gula, ginjal, dan jantung, kita juga semua prihatin,” ujar Doli yang belakangan dipecat Setnov dari Golkar itu.

Biasanya tegas Doli, kalau orang terkena sakit berat-berat sekaligus seperti itu, akan susah mengerjakan sesuatu, apalagi mengemban amanah sebesar memimpin partai sebesar Golkar.

“Jadi, sekali lagi apabila benar sakit, sebaiknya SN meletakkan jabatan dan mundur sebagai Ketua Umum. Dalam bahasa AD/ART itu masuk kategori “berhalangan tetap” namanya,” terang Doli seraya mengajak untuk mengikhlaskan SN fokus menghadapi sakitnya dan kasus hukumnya.

Namun kata Doli, bila sakit itu dibuat-buat dan cuma cari alasan untuk mangkir diperiksa KPK, saya kira itu perbuatan yang tercela, tidak taat hukum, dan bagian dari menghambat proses penegakan hukum yang sedang berlangsung.

“Dan itu akan semakin menambah “malu muka” wajah Golkar, karena dianggap tidak menghargai proses hukum,” ucapnya.

Doli juga percaya sepenuhnya kepada KPK untuk mengambil langkah hukum berikutnya, termasuk memastikan SN sakit benaran atau pura-pura sakit. “Agar publik juga tahu yang disampaikan Idrus kemarin, SN akan datang adalah HOAX,” ujarnya.

Selain itu, yang juga dilihat janggal oleh tokoh GMPG ini, adalah yang datang ke KPK dan menyampaikan bahwa SN sakit, adalah Idrus Marham didampingi dengan beberapa pengurus DPP.

“Sebagai apa mereka hadir di sana, sebagai kuasa hukumnya SN, apa hubungannya kasus SN dengan Idrus Marham?,” tanya Doli keheranan.

Lebih jauh Doli juga heran, kasus e-KTP ini tuduhannya kepada SN pribadi atau bersama Idrus Marham atau terhadap Golkar. Hingga terkesan institusi Golkar dibawa-bawa dan ditempatkan berhadapan dengan KPK.

“Apakah kehadiran Idrus Marham dkk merupakan putusan resmi institusi partai? Jangan sampai ada kecurigaan di publik bahwa Golkar secara institusi juga terlibat dan menerima aliran korupsi e-KTP itu,” pungkasnya.*****TELUSUR.Co.Id..

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...