23 April 2019

Jatam Sebut Dana Kampanye Pilpres 2019 Jokowi & Prabowo Didominasi Bisnis Tambang

KONFRONTASI -  Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Merah Johansyah mengungkapkan kentalnya dominasi sumber dana kampanye kedua pasangan capres-cawapres, Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi, di Pilpres 2019, berasal dari kelompok pebisnis tambang dan energi.

"Keterkaitan dan keterlibatan langsung dalam bisnis tambang hingga sumber dana kampanye dari kedua paslon yang sebagiannya berasal dari industri tambang menunjukkan betapa Pemilu 2019 sangat kental dengan kepentingan industri tambang," jelas Johansyah.

Baca juga: Jatam Kritisi Visi-Misi Jokowi-Prabowo soal Energid dan SDA
Dari kubu paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf, Merah menilai 86% dari total biaya kampanye yang dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), sumbernya masih belum jelas. Sebab di dalamnya hanya tercantum perkumpulan Golfer TBIG senilai Rp19,74 miliar yang diduga merupakan bagian dari PT Tower Bersama Infrastructure Group, dan Golfer TRG senilai Rp18,19 miliar yang diduga merupakan bagian PT Teknologi Riset Global Investama.

Merah menyebut, keduanya dimiliki oleh Wahyu Sakti Trenggono yang kini merupakan bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf Amin. Terlebih, Wahyu bersama Garibaldi Thohir merupakan komisaris PT Merdeka Cooper Gold, salah satu pemegang saham PT Bumi Suksesindo yang menambang emas di Gunung Tumpang Pitu, Banyuwangi.

Baca juga: Sidang Tanwir Muhammadiyah Undang Jokowi-Prabowo
"Pencantuman sumbangan dari perkumpulan Golfer TBIG dan TRG ini, patut diduga sebagai upaya menyamarkan sumber pendanaan yang berasal dari bisnis tambang, yang dalam aktivitasnya bukan tanpa masalah," tutur Merah dalam sebuah diskusi di bilangan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2019).

Sementara itu, di kubu paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga, Merah menyebut jelas-jelas keduanya tercatat memiliki saham pada sektor bisnis tambang.

Seperti diketahui, cawapres Sandiaga Uno tercatat telah sembilan kali menjual saham PT Adaro Energi Tbk, yang merupakan perusahaan tambang batu bara untuk menutupi sekitar 70% biaya kampanye total Rp54,05 miliar atau sebesar Rp39,5 miliar.(jft/Bisnis)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...