27 April 2018

Isu Pemekaran ALA-ABAS Kembali Mencuat

Konfrontasi – Isu pemekaran Aceh Leuser Antara (ALA) dan Aceh Barat Selatan (ABAS) kembali timbul ke permukaan setelah Forum Bersama (Forbes) Anggota DPD dan DPR RI asal Aceh menyatakan, akan mengagendakan pembahasan rencana pemekaran dua provinsi tersebut.

Provinsi ABAS digadang-gadang sebagai provinsi baru, hasil gabungan Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Barat, Aceh Selatan, dan Simeulue. Sementara itu, ALA terdiri atas Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Kota Subulussalam, dan Aceh Singkil

Pemekaran ALA dan ABAS dinilai sebagai upaya mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah Aceh Barat Selatan dan Aceh Tengah.

Pengamat politik Freedom Foundantion Arsyad Banta menilai, selama ini pemerintah Aceh belum bisa membangun wilayah pantai Barat Selatan dan Aceh Tengah yang masih tertinggal dibandingankan dengan daerah lainnya di Aceh. Hal ini menimbulkan kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah Aceh.

”Selama ini masyarakat wilayah Pantai Barat Selatan dan Aceh Tengah kecewa terhadap pemerintah Aceh, karena tidak bisa membangun ekonomi dan pemerataan pembangunan di wilayah tersebut”. Ujar Arsyad kepada Konfrontasi di Jakarta, Senin (24/11).

Menurut Arsyad, Keinginan masyarakat tersebut untuk menjadikan sebuah provinsi baru di Aceh, merupakan keinginan masyarakat sejak lama. Namun, hingga saat ini tuntutan pemekaran Provinsi ALA-ABAS belum juga menjadi kenyataan.

“Wacana pemekaran ALA dan ABAS sudah saatnya terelesasikan, karena itu merupakan keinginan rakyat yang ingin menikmati  kesejahteraan yang selama ini belum pernah mereka dapatkan bahkan tidak tersentuh oleh pemerintah”. Pungkasnya.

sebelumnya, isu pemekaran ini pertama kali muncul pada tahun 1999, yang di perjuangkan oleh beberapa tokoh seperti Burhan Alpin, Tjut Agam, Drs Armen Desky, Ir Tagore Abubakar, Drs Adnan NS dan sejumlah tokoh Aceh lainnya. (ary)

Category: 
loading...

Related Terms