9 December 2019

Islah Golkar Saling Sindir, Ical Doakan Agung Laksono Terpilih Jadi Ketum Golkar ke-10

KONFRONTASI - Islah Partai Golkar antara Aburizal Bakrie (Ical) dengan Agung Laksono yang berlangsung sore tadi ternyata tak mencairkan ketegangan. Meskipun duduk semeja dalam acara penandatanganan islah khusus itu, sindiran pun tetap dilakukan.

Sindiran itu disampaikan Ketua umum (Ketum) Partai Golkar hasil Munas Bali, Aburizal Bakrie (Ical) kepada Ketum Partai Golkar hasil Munas Ancol Jakarta, Agung Laksono.

"Yang dihormati Ketua umum DPP Partai Golkar kedelapan (Jusuf Kalla). Dan saya ikut mendoakan agar pada Munas mendatang Pak Agung terpilih sebagai Ketua umum Partai Golkar yang kesepuluh. Kalau doa itu harus dijawab," kata Ical saat menyampaikan sambutannya di kediaman dinas JK, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (30/5/2015).

Diketahui, pada Munas Riau, Ical terpilih sebagai Ketua umum Partai Golkar kesembilan periode 9 Oktober 2009 hingga 3 Maret 2015. Sementara kubu Agung pun membuat Munas tandingan di Ancol, kemudian menetapkan Agung Laksono sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Adapun mengenai islah khusus pada hari ini, Ical menyampaikan terima kasih kepada JK selaku inisiator islah tersebut. Karena berkat JK, islah pada hari ini bisa terlaksana.

"Setelah putusan PTUN saya akan meminta saudara Idrus Marham untuk menghubungi Pak JK, apakah jadi kita satu islah kedepan, atau perjanjian-perjanjian sementara. Agar semua daerah dapat mengajukan calon-calon untuk dicalonkan sebagai bupati, wali kota, gubernur dari Partai Golkar," katanya.[ian/snw]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...