23 November 2017

Ini 4 Program yang Harus Dikebut Ahok di Sisa Masa Jabatannya

KONFRONTASI-Dalam hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei suara calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua yang juga merupakan petahana Basuki Tjahaja Purnama kalah dari cagub Anies Baswedan. Persentasenya cukup signifikan, seperti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dengan data masuk 100 persen: Ahok- Djarot 42,33 persen dan Anies-Sandi 57,67 persen.

Ahok pun sudah menyampaikan selamat kepada Anies atas perolehan suara versi hitung cepat tersebut. Ahok mengaku ada empat program lagi yang harus dikebut realisasinya dalam waktu enam bulan. Atau sampai bulan Oktober 2017, saat masa jabatannya selesai.

"Kitakan tinggal enam bulan, tentu kita harus kebut. Tentu kalau kemarin kita sambung sampai 2022 bisa lebih santai dikit. Kalau waktunya cuma enam bulan ini, kita harus cepet kerjanya," kata Ahok di kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (19/4).

Berikut empat program Ahok yang harus selesai dalam waktu enam bulan:

Pemetaan kepemilikan tanah

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan, program pertama yang akan dikebut adalah pemetaan kepemilikan tanah di Jakarta. Untuk itu dia akan mempercepat pembuatan sertifikat hak milik (SHM) tanah warga.

"Kita akan percepat soal pemetaan semua orang Jakarta rumahnya punya sertifikat, yang dua miliar nggak harus bayar BPHTB. Kalau di atas itu kalau nggak jual nggak usah bayar," jelasnya.

Memasukan bahan bangunan dalam e-katalog untuk program bedah rumah

Kemudian program kedua yang akan segera dipercepat adalah memasukan bahan bangunan dalam e-katalog untuk program bedah rumah. Mengingat beberapa toko bangunan besar sudah mampu berpartisipasi untuk melakukan pengadaan barang sebagai material bedah rumah.

"Kita juga mau di e-katalog-kan di LKPP bahan-bahan bangunan. Karenakan ada beberapa toko bangunan yang besar, yang kaya super store itu bisa masukan sebagai e-katalog. Jadi nanti kalau kita punya pasukan merah pegawai lepas di dinas perumahan itu untuk memperbaiki rumah orang berapa genteng, semen berapa, pintu berapa kita harapkan dengan dasar ini bisa menyelesaikan perbaikan semua rumah kumuh yang ada di Jakarta," tutur mantan Bupati Belitung Timur ini.

Penggantian tanah dengan luas 2,5 kali

Dan untuk program ketiga, Ahok ingin konsep penggantian tanah dengan luas 2,5 kali juga harus segera direalisasikan. Karena ini merupakan salah satu upaya Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan penataan dan penyusunan terhadap kawasan kumuh agar terbebas dari pelbagai macam penyakit.

"Kita ingin selesaikan konsep 2,5 kali. Kampung yang terlalu padat dan kumuh kan penyakit banyak, TBC, diare, kita tawarkan 2,5 kali. Jadi apartemen yang dibangun 100 meter bisa dapat 250 meter atau tujuh unit. Ini sudah ada orang yang nawarin ke saya di Cengkareng 1 hektare. Jadi kita bisa dapat setengah hektar bisa jadi taman dan setengah hektar jadi apartemen, dan kita pasti untung," jelasnya.

Tambahan modal untuk Jakarta Propertindo (Jakpro)

Sedangkan program terakhir adalah memberi tambahan modal untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta Propertindo (Jakpro). Alasannya, Jakpro akan menyelesaikan program Light Rapid Transit (LRT) dari Velodrome hingga Dukuh Atas.

"Satu yang kita inginkan, kita juga akan beri modal lagi penambahan penugasan untuk PT Kakpro. Karena Jakpro mau menyelesaikan lagi LRT dari Velodrome sampai Dukuh Atas. Jadi kita mau kejar, termasuk ITF. Kita mau kasih lagi ke Jakpro biaya," katanya.

Ahok menegaskan, dirinya merasa perlu mempercepat keempat program ini agar calon penggantinya hanya tinggal melanjutkan. "Sehingga nanti kalau Gubernur baru masuk semua sudah, minimal PR yang ada di kami sudah diusahakan semaksimal mungkin," tutupnya.[mr/mdk]

Tags: 
Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Berita Terkait

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...