19 December 2018

Indonesia Pernah 'Diadali' IMF, Kapokkah?

KONFRONTASI - Kepala Staf Kepresidenan RI Luhut Panjaitan menegaskan bahwa International Monetary Fund (IMF) tidak bisa mendikte Indonesia meski sejauh ini masih membutuhkan bantuan dari lembaga internasional tersebut.

Hal ini dikatakan Luhut menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Konferensi Asia Afrika (KAA) beberapa waktu lalu, yang menyatakan bahwa permasalahan ekonomi dunia hanya dapat diselesaikan oleh lembaga internasional seperti IMF dan World Bank.

"Yang dimaksud Presiden kan seperti IMF itu enggak bisa dong formatnya mendikte kita. Kalau mau bantu kita silakan saja, tapi sekarang enggak ada bantuan dari IMF," tegasnya di Hotel Shangri-la, Jakarta, Senin (27/4/2015).

Meski demikian, dia mengaku bahwa pinjaman dana dari IMF ataupun World Bank masih dibutuhkan Indonesia untuk pembangunan infrastruktur. Terlebih, pinjaman dari lembaga keuangan internasional tersebut ‎tidak mematok bunga besar. (Baca: Jokowi: Ekonomi Dunia Tak Harus Bergantung pada IMF).

"Sekarang juga kita tidak againts World Bank. Karena bisa aja kita kalau minjam dari World Bank untuk dana-dana infrastruktur, karena bunganya murah kan cuma 0,5%," imbuh dia.

Luhut menambahkan, Indonesia pernah punya pengalaman buruk terhadap dana bantuan dari lembaga asing tersebut. Di mana pada saat krisis 1998, Indonesia disokong dana dari IMF, World Bank, dan Asian Development Bank (ADB).

Namun bukannya untung, Indonesia justru dirugikan dengan pinjaman tersebut.‎ "Karena kalau kita lihat waktu dulu kita krisis itu bantuan diberikan malah terus terang merugikan Indonesia, tapi kita enggak punya pilihan waktu itu," pungkasnya.(Juft/Snd0)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...