12 November 2019

Indef: Ingin Cabut Subsidi 900 VA, PLN Diminta Belajar Dari Kesalahan di Tahun 2017

KONFRONTASI -   Ekonom Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira meminta agar pemerintah dapat berhati-hati dalam menarik subsidi  24,4 juta  pelanggan tarif listrik 900 VA.

Pemerintah sendiri sudah sepakat menghapus subsidi untuk pelanggan listrik rumah tangga mampu 900 VA mulai tahun depan. Imbasnya, ada 24,4 juta pelanggan yang akan kena penyesuaian tarif mulai 2020.

“Pelajaran penting pada tahun 2017 lalu adalah soal data yang masih bermasalah,” kata Bhima saat dihubungi Kamis (5/9/19).

Bhima mengungkapkan pada 2017 lalu, PLN bolak-balik mengonfirmasi data pelanggan yang dianggap mampu, ternyata ada yang miskin, namun didata masuk kategori mampu.

“Jadi, pemerintah dan PLN validasi data dulu secara hati hati sebelum main cabut subsidi. Imbas ke angka kemiskinan juga perlu diperhatikan kalau data belum valid. Jadi kesimpulannya ditengah kondisi ekonomi yang sedang melambat tentunya berbahaya,” tukasnya.

Bhima menjelaskan, pada 2017 lalu, efek pencabutan subsidi kepada rumah tangga yang dikategorikan mampu langsung terasa oleh masyarakat.

“Imbasnya inflasi administered prices naik menjadi 8.7 persen ditahun 2017 dipicu salah satunya karena pencabutan subsidi listrik,” ungkap Bhima.

Disposable income yang harusnya digunakan untuk belanja lain akhirnya sebagian tergerus untuk membayar tagihan listrik,” sambungnya.

Menurut Bhima, dampak dari rencana itu, konsumsi rumah tangga diperkirakan akan tumbuh di bawah 5 persen dan efek ke pertumbuhan ekonomi mungkin melambat ke 4.9 persen.

Selain itu, Bhima mengingatkan, pelajaran penting dari 2017 lalu, ialah soal data yang masih bermasalah. Sebab, bolak balik PLN mengkonfirmasi data pelanggan yang dianggap mampu, ternyata ada yang miskin, tapi tetap didata masuk kategori mampu.

Oleh karena itu, kata Bhima,  pemerintah dan PLN sebaiknya validasi data terlebih dahulu secara hati-hati sebelum mengeluarkan kebijakan mencabut subsidi.

“Imbas ke angka kemiskinan juga perlu diperhatikan kalau data belum valid. Jadi, kesimpulannya ditengah kondisi ekonomi yang sedang melambat tentunya berbahaya,” tukas Bhima.

Tarif Dasar Listrik (TDL)  900 VA Banyak Dinikmati Pelanggan yang Mampu Beli City Car

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI,  Inas Nasrullah Zubir mengatakan bahwa Tarif Dasar Listrik (TDL) 900 VA saat ini banyak dinikmati oleh golongan menengah.

“Di mana mereka mayoritas mampu membeli city car,” ujar Inas terpisah.

Selain itu, lanjut Inas, masih banyak rumah kos yang menggunakan listrik 900 VA.

“Padahal biaya kos per bulan-nya diatas Rp1 juta,” tegas Inas.

Inas meyakini PLN tidak akan salah dalam memvalidasi data untuk mencabut  pelanggan 900 VA.

“Saya yakin PLN punya data itu kan mereka yang pasang bukan,”  beber Inas.

Kesalahan dalam mendata sempat terjadi di PLN Gresik, sejumlah pelanggan 900 VA yang menerima subsidi sebanyak 116.482 orang dan dipangkas menjadi hanya 12.157 pelanggan komplain akibat keputusan tersebut.

Kantor PLN Area Gresik mencatat, ada 170 pemohon yang masuk ke kantor kecamatan. Aduan sudah diteruskan ke Tim Nasional Penanggulangan Kemiskinan (TN2PK) di Jakarta.

’’Setelah dicek, mereka memang layak dapat subsidi. Prosesnya pun cepat,’’ ujar Supervisor Pelayanan Pelanggan PLN Area Gresik Nurcahya Arifianti kala itu.

Perempuan yang akrab disapa Fifi itu menuturkan data penerima subsidi atau golongan 900 VA biasa berasal dari TN2PK. Sebelumnya, angka didapat dari Pemkab Gresik.

Karena itu, Fifi mengingatkan soal pentingnya kevalidan data di lingkup kabupaten. Jika perlu, pemkab mendata ulang jumlah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Sebelumnya, pemerintah dan Badan Anggaran DPR menyepakati mencabut subsidi listrik untuk pelanggan 900 VA rumah tangga mampu (RTM), tahun depan.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menjelaskan, saat ini ada dua jenis pelanggan yang menerima subsidi listrik daya 900 VA. Pelanggan miskin RTM.

Pelanggan 900 VA yang miskin mencapai 7,17 juta pelanggan dan RTM mencapai 24,4 juta. Pada tahun depan, yang akan dihilangkan subsidinya ialah pelanggan 900 VA yang masuk ke golongan RTM.

“Sejumlah 24,4 juta yang seharusnya tidak masuk di sini, di subsidi. Ini sebenarnya bukan golongan subsidi, tapi ada kebijakan dari pemerintah untuk tidak menerapkan tarif adjustment ke golongan ini, karena tidak naik, tarif jualnya ditanggung oleh pemerintah,” ujar Rida di Ruang Rapat Banggar, Kompleks Parlemen, beberapa waktu lalu.

Dengan penghapusan ini, lanjut Rida, golongan RTM penikmat daya 900 VA dihilangkan, maka subsidi listrik akan menjadi Rp 54,79 triliun.

Rincian subsidi Rp 54,79 triliun ini sudah termasuk dengan subsisi energi pelanggan 450 VA sebesar Rp 32,04 triliun, subsidi 900 VA miskin Rp 9,07 triliun dan 23 golangan subsidi lainnya Rp 13,68 triliun. Adapun rencana awal subsidi untuk pelanggan 900 VA RTM yang dihilangkan sebesar Rp 6,9 triliun.(Jft/KedaiPena)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...