23 May 2019

Idrus Marham Jabat Plt Ketua DPR, Namun Berharap Setnov Menangi Praperadilan

KONFRONTASI -  Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham menyatakan bahwa ia dan sebagian pengurus DPP Partai Golkar masih menyisakan harapan agar Setya Novanto bisa memenangkan praperadilan tersangka status tersangka yang disematkan KPK kepada Ketua Umum partai berlambang pohon beringin itu.

“Kita berharap praperadilan itu berhasil,” ucap Idrus usai terpilih sebagai Plt Ketum Golkar dalamnrapat pleno di Gedung DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Selasa (21/11) malam.

Sebaliknya, Idrus beranggapan jika pihaknya sudah berupaya yang terbaik jika hasil praperadilan berbeda dengan yang diharapkannya.

“Tetapi bila tidak, kita lakukan antisipasi-antisipasi yang membuktikan bahwa Golkar menyelesaikan masalah dengan dewasa dan produktif,” dalihnya.

Dalam rapat pleno tersebut diputuskan Plt Ketua Umum Golkar akan berakhir jika Setnov berhasil memenangkan praperadilan. Sebaliknha, tidak ada opsi pelengseran Setnov jika dirinya kalah dalam praperadilan.

Setnov hanya diminta mengundurkan diri sebagai Ketua Umum Partai Golkar jika dirinya gugatannya dalam praperadilan ditolak majelis hakim. Opsi munaslub hanya muncul ketika Setnov masih kekeuh bertahan sebagai Ketua Umum kala gugatannya sudah ditolak oleh majelis hakim.

Dalam menanggapi posisi Setnov sebagai Ketua DPR, rapat pleno juga memutuskan untuk menunggu hasil praperadilan.Idrus pun mengklaim bahwa hasil dari rapat pleno merupakan keputusan untuk memproyeksikan terhadap segala kemungkinan yang berhubungan proses hukum Setnov.

“Yang jadi keputusan tadi itu, konsentrasi kita adalah persiapan kita, yaitu proyeksi tentang kemungkinan-kemungkinan yang ada,” jelas Idrus.

Sebagaimana diketahui, rapat pleno Partai Golkar digelar untuk menentukan nasib sang Ketua Umum, Setya Novanto yang telah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) KPK, Jakarta Timur, pada Minggu (19/11) malam.
Baca Juga :  Ketua Timwas TKI ke Hong Kong, Cari Masukan Revisi UU Perlindungan Pekerja Indonesia

Dua hari sebelumnya atau Jum’at (17/11), Setnov telah ditetapkan sebagai tahanan KPK saat masih dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Barat, akibat kecelakaan yang dialaminya di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis (16/11) malam.

Status tahanan ini sendiri diumumkan selang tujuh hari usai KPK menetapkan Setnov sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP. Dalam kasus ini, Setnov disangkakan memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi dan berpotensi merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun.(KONF/AKTUAL)
 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...