27 January 2020

Ical: Kalau pengadilan bilang, Aburizal, lu kalah, ya kalah. Apa susahnya?

KONFRONTASI - Meski Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengakui kepengurusan hasil Munas Ancol pimpinan Agung Laksono,Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya versi Munas Bali, Aburizal Bakrie (Ical), tak mau menyerah dan  memilih 'melawan' dengan membawa sengketa Golkar ke pengadilan. 

Ical mengaku baru akan mengakui kepengurusan Agung Laksono jika ada keputusan yang bersifat tetap dan mengikat dari pengadilan. 

"Sudahlah selesaikan, kalau pengadilan bilang: Aburizal, lu kalah, ya kalah. Apa susahnya? Udahlah, kalah. Tapi perjuangan sampai akhir dong," kata Ical dalam wawancara khusus dengan detikcom Sabtu (21/3/2015) di kediamannya, Jalan Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat. 

Pemimpin Bakrie Group 1992-2004 itu mengaku sudah memiliki rencana setelah tak lagi memimpin Partai Golongan Karya. "Istirahat saja, momong cucu," kata Ical. 

Meski istirahat sambil momong cucu, mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian itu mengaku akan tetap bersuara, memberikan masukan kepada pemerintah. Apalagi dia merasa memiliki banyak pengalaman.

"Bayangin pengalaman saya, Ketua Hipmi, Ketua Persatuan Insinyur Indonesia, ketua Persatuan Businessman di Asean, Ketua Kadin Indonesia 10 tahun," kata mertua artis Nia Ramadhani ini. 

Belum lagi jabatan sebagai Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat dan Ketua Umum Golkar. "Paling nggak kita bisa bersuara kan, bisa kasih tahu kalau ditanya. Kalau diminta kita kasih tahu, nggak mau diambil nggak apa-apa," kata Ical. [ian/dtk]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...