20 February 2018

Humphrey Djemat: Aneh KPK, Sudah Menahan SDA Sekaligus Menyiksanya

KONFRONTASI - Penasihat hukum Suryadharma Ali (SDA), Humphrey Djemat, mengecam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
yang belum bisa menyelesaikan penyusunan berkas kasus dugaan korupsi dana penyelenggaraan haji, namun sudah menahan mantan menteri agama itu.

“Aneh KPK, sudah menahan SDA tapi berkasnya baru akan rampung akhir tahun ini. Apa artinya semua ini? Artinya, KPK ingin menahan SDA selama-lamanya untuk menyiksa dirinya. Kenapa KPK lakukan ini semua?” ucap Humphrey, Jakarta, Sabtu (18/4).

Dalam running text yang ditayangkan sebuah stasiun televisi swasta disebutkan bahwa kasus SDA rampung akhir Desember.
Dari informasi yang disiarkan di televisi itu, menurut Humphrey, amat jelas KPK belum merampungkan berkas penyidikan SDA.

“Berkas penyidikan baru akan selesai akhir tahun ini, tapi SDA sudah ditahan,” tukasnya

Dia mengungkapkan, selama pemeriksaaan yang sudah berjalan dua kali, penyidik KPK selalu minta SDA koperatif atau mengakui perbuatannya, dan menyebut nama orang lain yang ikut terlibat.

Namun, tutur Humphrey, kliennya tidak mau mengikuti kemauan penyidik, karena sangat yakin tidak melakukan perbuatan yang disangkakan tersebut. Bahkan SDA dapat menjelaskan masalahnya, sehingga membuat penyidik kaget dengan jawaban mantan ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

“Ini membuktikan KPK tidak memiliki bukti kuat terhadap SDA dan memina pengakuan SDA, supaya memudahkan pekerjaan mereka. Ini benar-benar keterlaluan dan suatu penzaliman terhadap orang yang tidak bersalah,” kata Humphrey, yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia.

SDA sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 22 Mei 2014 dan menjalani penyelidikan sejak September 2013. Selama kurun waktu tersebut, perhitungan kerugian negara belum diungkapkan KPK. “Kenapa KPK yang dibanggakan selama ini melakukan kekejaman luar biasa terhadap SDA?” ucapnya. (Juft/Brt-1)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...