21 May 2019

Herdi Sahrasad: Makin banyak serang Prabowo, Jokowi makin Krisis Kepercayaan, Kesuh dan Mati Kutu sendiri

KONFRONTASI -   Makin banyak serang Prabowo Subianto, maka Jokowi makin terpojok, krisis kepercayaan, kesuh dan mati kutu sendiri. Jokowi gagal ekonomi, hadapi krisis kepercayaan, terpuruk dan bakal kalah dan tumbang pada pilpres 2019 karena  rakyat sudah bosan, jenuh dan menggeleng untuk disuruh pilih Jokowi dalam Pilpres 2019. Dan kalau kecurangan terjadi, rakyat juga tak akan diam karena rakyat sudah memilih perubahan/Prabowo untuk menyelamatkan Indonesia yang terpuruk akibat kekuasaan Jokowi.

Demikian pandangan Dr Herdi Sahrasad, akademisi/intligensia Universitas Paramadina mengomentari serangan bertubi Jokowi pada Prabowo belakangan ini dalam berbagai kampanye Jokowi dimana-mana. ''Jokowi emosional dan ngotot pengin menang meski rakyat sudah tidak mau status quo dia lagi,'' kata Herdi.

Hasil gambar untuk jokowi prabowo pantas loreng

Hasil gambar untuk herdi sahrasad

''Ekonomi terpuruk, ribuan buruh China masuk dan RI tergantung China, belum lagi ketidakpastian hukum, terus menguatnya dominasi oligarki/kartel ekonomi taipan dan ketidakadilan yang makin runcing,'' katanya. ''  Makin banyak serang Prabowo Subianto, maka Jokowi makin krisis kepercayaan.  terpojok dan mati kutu sendiri, apalagi Uni Eropa dan AS sudah tak dukung dia dan mereka secara simbolik dukung Prabowo sebagai simbol perubahan ''imbuhnya..

Sebelumnya, beberapa waktu lalu Aktivis Malari 1974, Hariman Siregar, memastikan jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan tumbang pada pemilu 2019 mendatang. Untuk itu, dia meminta tidak lagi perlu membicarakan apapun terkait Jokowi.

“Kita jangan bicara Jokowi lagi, dia pasti (tumbang),” kata Hariman dalam diskusi bertajuk ‘Prospek Gerakan #2019GantiPresiden’ di kantor Indonesia Democracy Monitor (InDemo), Jakarta Pusat, Rabu (17/10/18).

Hasil gambar untuk hariman siregar

Hariman membeberkan beberapa alasan mengapa Jokowi diyakini bakal tumbang. Pertama, terkait dengan situasi dan kondisi ekonomi yang terus mengalami penurunan. Bahkan, nilai tukar rupiah terburuk sepanjang sejarah Indonesia.

Tapi anehnya Presiden Jokowi tidak berusaha untuk menghentikan keterpurukan ekonomi bangsa. Belum lagi soal hutang Indonesia yang semakin menumpuk.

Kedua, Hariman menjelaskan, dalam kondisi seperti saat ini, pemuda yang menjadi penggerak demokrasi sudah tidak peduli dengan siapapun presidennya. Pemuda cuek karena kepemimpinan saat ini tidak pro kepada rakyatnya.

Berbeda di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pemuda sangat peduli. “Kondisi saat ini pemuda sudah tidak peduli dengan siapapun presidennya. Hal ini jangan disamakan dengan eranya SBY, pemuda saat itu banyak yang masih peduli,” jelasnya.

Selain Hariman, hadir sebagai narasumber, Politisi PKS yang juga inisiator gerakan #2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera.(Jft/Hanter)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...