24 August 2019

Harta Patrialis Akbar, Hotel Kawasan Esek-Esek dan Perempuan: Isu Panas buat MK?

JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan menangkap tiga orang dalam operasi tangkap tangan (OTT), Rabu (25/1) siang kemarin. Salah satunya adalah pejabat Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar. Informasi dihimpun, Patrialis ditangkap di sebuah hotel di daerah Taman Sari, Jakarta Barat. Lokasi di Taman Sari Jakbar sendiri dikenal sebagai lokasi “merah” atau esek-esek.

Bahkan, Sumber internal menyebut turut pula seorang wanita dalam OTT itu. Saat dikonfirmasi hal tersebut, Juru Bicara KPK Febri Diansyah masih enggan bersuara. “Kami belum mendapatkan informasi lengkap tentang hal tersebut. Masih kita pastikan terlebih dahulu. Perkembangannya akan kami sampaikan segera,” kata Febri saat dikonfirmasi, Kamis (26/1).

OTT diduga terkait dengan suap menyuap guagatan judicial riview di MK. Ketiganya telah diamankan KPK untuk dilakukan proses pemeriksaan intensif selama 1×24 jam. “Terkait dugaan tindak pidana suap masih proses pemeriksaan,” ujar sumber internal KPK. Selain itu, KPK juga menyita uang dan dokumen dalam OTT tersebut.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan menangkap Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar. Pattrick -sapaan bekennya- itu diketahui memiliki harta kekayaan dengan nilai Rp 14,9 miliar. Gajinya sebagai hakim MK konon sekitar Rp70 juta

Harta kekayaan Patrialis dengan angka itu dilaporkannya ke KPK terakhir kali pada 2013. Berdasar laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, hartanya meningkat dari laporan setahun sebelumnya yaitu senilai Rp 10,4 miliar.

Patrialis memiliki harta tidak bergerak berupa 11 unit tanah dan bangunan senilai Rp 13,7 miliar. Sementara harta bergeraknya berupa kendaraan seperti Mobil Honda CR-V, Toyota Alphard, Honda Accord, Nissan Frontier dan Juke dengan total nilai Rp 1,16 miliar

Patrialis memiliki peternakan, perikanan, perkebunan, pertanian, kehutanan, pertambangan, dan usaha lainnya senilai Rp 65 juta. Serta logam mulia senilai Rp 35.000.000, juga giro dan kas setara lainnya sebesar Rp 2,23 miliar.

Usai menangkap tangan Hakim Konstitusi Patrialis Akbar, satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah mantan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) itu yang berada di Jalan Cakra Wijaya V Blok P Nomor 3, Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Ketua RT 06 Rizman membenarkan bahwa penghuni rumah di alamat tersebut merupakan Hakim MK. Hanya saja, dia tidak mengetahui terkait penggeledahan KPK di hunian tersebut. "Itu rumah Bapak Patrialis Akbar. Tapi nggak tau kalau penggeledahan (KPK)" kata dia yang kediamannya tak jauh dari rumah Patrialis, Kamis (26/1).

Menurut Rizman, mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu merupakan warga lama. "Sudah lama kalau bapak itu. Lima tahun lebih lah," jelas dia.

(Put/jpg/jawapos/kendaripos/JPNN/RMOL)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...