23 November 2017

Golkar Dukung Dedi Mulyadi Maju Pilgub Jabar 2018

KONFRONTASI - 

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa 1 Partai Golkar, Agun Gunanjar Sudarsa, mengatakan tetap yakin dan mendukung Dedi Mulyadi maju dalam Pilgub Jawa Barat 2018 mendatang. Menurutnya, Dedi mempunyai motivasi dan semangat yang kuat membangun Jawa Barat.

"Yakin walaupun pada akhirnya nanti banyak faktor pertimbangan dalam pemutusan (nama cagub Jabar), yang jelas Pemenangan Pemilu Jawa 1 tetap memberikan dukungan kepada yang bersangkutan (Dedi Mulyadi)," ujar Agun di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (24/3/2017).

Dia juga melanjutkan bahwa hingga hari ini masih memberikan dukungan dan kesempatan sepenuhnya untuk Dedi melakukan sosialisasi. Dedi akan diberikan prioritas utama mengingat dia adalah Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat.

"Hari ini kami masih terus memberikan dukungan, kesempatan dan men-support sepenuhnya perangkat partai kepada Ketua DPD Partai Dedi Mulyadi untuk terus melakukan sosialisasi, dan tentunya kami akan prioritaskan," imbuhnya.

Menurut Agun, Dedi mempunyai kelebihan dari segi keinginan yang kuat untuk membangun Jawa Barat jadi lebih baik. Ini menjadi modal dasar bagi Dedi dan patut diapresiasi.

"Yang jelas dia punya motivasi punya semangat ingin membangun Jawa Barat lebih berbudaya lebih baik dan tekad niat kuat, itu modal dasar yang harus diapresiasi," tutur Agun.

Perihal Wakil Gubernur yang akan dipasangkan dengan Dedi Mulyadi, Agun belum bisa memastikan dengan siapa akan berkoalisi. Dia mengatakan sempat membuka komunikasi dengan Ridwan Kamil.

"Belum kita komunikasi sampai hari ini. Jujur saja saya dengan RK (Ridwan Kamil) sudah pernah bertemu, dengan yang lain lain seperti Pak Deddy Mizwar kita lihat dia juga punya keinginan. Kemudian ada istrinya Gubernur (Aher) yang sekarang juga berkeinginan. Yang jelas sudah mengambil langkah dan sudah deklarasi kan RK. Saya berikan apresiasi, mendorong, dan memotivasi karena Golkar beniat ingin menjadikan pilkada Jabar ini yang terbaik," jelasnya.

Dia mengatakan untuk memilih Wakil Gubernur harus didasari visi dan misi yang sama sehingga bisa bersinergi.

"Golkar berusaha mengajukan calon gubernur karena Golkar pemenang nomor dua, kursi kita 17 persyaratan 20 kursi. Artinya kita juga harus melakukan koalisi. Kita berkoalisi dengan partai siapa, dan yang kedua tentang figurnya siapa, apakah figur yang akan dipasangkan pada cagub-cawagub ini memiliki kecocokan kesamaan personal? Karena kan nggak bisa dipaksa. Kepemimpinan cagub dan cawagub harus menyatu, harus satu visi, misi, dan gagasan. Jadi harus ada komitmen dari awal, kita siap," tutupnya. .(Juft/Detik)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...