23 October 2019

GNPF MUI Minta Ahok Jangan Dibiarkan Bebas Lagi, Segera Ditahan

KONFRONTASI  -   Pernyataan terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang akan mempersoalkan kesaksian Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin ke ranah hukum memantik reaksi sejumlah pihak.

Kali ini, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) beserta ormas Islam lainnya menyambangi Kantor MUI di Jalan Proklamasi, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (3/2/2017), untuk memberi dukungan kepada Rais Aam PBNU itu. Kedatangan organisasi pengawal fatwa MUI ini disambut Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas.

Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir mengatakan, pihaknya memandang bahwa segala bentuk cecaran pertanyaan dan tekanan yang arogan dan sangat tendensius untuk menjatuhkan Ma'ruf terjadi dalam persidangan Selasa lalu.

Bachtiar menyatakan, apa yang dilakukan Ahok dan penasehat hukumnya merupakan bentuk penghinaan terhadap ulama. Oleh karenanya, GNPF-MUI menuntut Ahok segera ditahan oleh pihak berwajib.

"Menuntut terdakwa ditahan selama proses hukum dan dihukum maksimal atas perbuatannya," ujar Bachtiar.

Selain itu, Bachtiar juga menegaskan bahwa GNPF-MUI mengecam keras terdakwa kasus penodaan agama dan penasehat hukumnya atas sikap penghinaan mereka terhadap ulama, khususnya Ma'ruf Amin.

"Mendukung serta membela KH Ma'ruf Amin dan MUI sebagai lembaga fatwa yang sangat kredibel serta menyerukan kepada umat dan bangsa untuk bersatu dan mengawal lersatuan dan kesatuan NKRI," pungkas dia.

Dalam sidang Selasa lalu, Ahok mempersoalkan kesaksian Ma'ruf yang dianggapnya tidak objektif dan memojokkan dirinya.

Ahok juga menilai Rais Aam PBNU itu memiliki kedekatan dengan salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang merupakan lawan politiknya dalam pilkada 2017.

Tak hanya itu, mantan Bupati Belitung Timur ini beserta tim kuasa hukumnya mengaku memiliki bukti komunikasi antara Ma'ruf dan Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono, pada Oktober lalu. Atas hal ini, ia berencana akan memperkarakan Ma'ruf ke ranah hukum.

Kendati demikian, ‎langkah hukum yang akan ditempuh Ahok kepada Ma'ruf terhenti setelah warga Nahdliyin, Muhammadiyah beserta umat Islam lainnya mengecam perlakuan mantan pendamping Joko Widodo (Jokowi) di Ibu Kota ini.

Akhirnya, Ahok meminta maaf kepada Ma'ruf dan meralat pernyataannya bahwa dirinya tak bermaksud demikian. Ia juga tak bermaksud melaporkan Ma'ruf ke ranah hukum. Namun, permohonan maaf itu belum dilakukannya secara langsung.(Juft/Ok-Z)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...