23 November 2017

Gerindra: Apa Sih Hebatnya Sri Mulyani?

KONFRONTASI-Pemeriksaan bekas Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan menuai kecaman. Bareskrim Polri dinilai tidak adil dalam menegakkan hukum.

Wakil Ketua Komisi III DPR, Desmond J Mahesa mengatakan, seluruh warga negara seharusnya sama kedudukannya di hadapan hukum.

"Apa hebatnya Sri Mulyani di mata hukum?" tegas Desmon, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/6/2015).

Meski demikian, lanjut Desmon, pihaknya memaklumi jika pemeriksaan itu dilakukan terkait dokumen rahasia yang memang tidak bisa dibawa ke luar.

"Kalau dokumen itu rahasia perbankan memang tidak bisa sembarangan dibawa keluar," kata Ketua DPP Partai Gerindra itu

Sri diperiksa sebagai saksi atas perkara dugaan korupsi melalui penjualan kondensat yang melibatkan PT PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (PT TPPI), Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Bareskrim tengah mengusut perkara dugaan korupsi lewat penjualan kondensat. Korupsi itu melibatkan PT TPPI, SKK Migas, dan Kementerian ESDM. Penyidik menemukan sejumlah dugaan tindak pidana.

Pertama, yakni penunjukan langsung PT TPPI oleh SKK Migas untuk menjual kondensat. Kedua, PT TPPI telah melanggar kebijakan wakil presiden untuk menjual kondensat ke Pertamina. PT TPPI malah menjualnya ke perusahaan lain.

Penyidik juga menemukan bahwa meskipun kontrak kerja sama SKK Migas dengan PT TPPI ditandatangani pada Maret 2009, tetapi PT TPPI sudah menerima kondensat dari BP Migas sejak Januari 2009 untuk dijual.

Selain itu, PT TPPI juga diduga tidak menyerahkan hasil penjualan kondensat ke kas negara. Penyidik telah mengantongi kalkulasi dari Badan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait kerugian negara akibat dugaan korupsi itu, yakni mencapai 139 juta dollar AS. Penyidik telah berkoordinasi dengan PPATK untuk menelusuri aliran dana itu.

Hingga saat ini penyidik sudah memeriksa 30 saksi, baik dari pihak SKK Migas, PT TPPI, maupun Kementerian ESDM. Belakangan, penyidik telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni DH, RP, dan HW. [mes]

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...