23 March 2017

Gatot Nurmantyo Layak jadi Calon Presiden

Konfrontasi - Tidak ada masalah dengan Panglima TNI Gatot Nurmantyo bila memang mau menjadi Calon Presiden 2019. Sebagai perwira tertinggi di tubuh TNI, Gatot memang pantas menjadi Capres 2019.

"Sah-sah saja bila Gatot mau menjadi Capres. Saya kira, beliau juga layak dan bisa bersaing dengan Joko Widodo di 2019," kata Direktur Eksekutif Aufklarung Institute, Dahroni Agung Prasetyo kepada wartawa, saat dihubungi (Selasa, 2/2/2016).

Agung menilai, bila Gatot menjadi Capres, maka tidak lepas dari peran Jokowi hingga nama Gatot kian melambung.

Jokowi menunjuk Gatot, yang mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), menjadi satu-satunya calon panglima TNI yang diajukan ke DPR.

"Setelah menjadi Panglima, Jokowi memberi panggung politik yang sangat luas kepada Gatot. Gatot misalanya diberikan otoritas untuk mengendalikan harga pangan. Ini luar biasa. Apalagi Gatot merupakan the rising star," puji Agung.

Terkait dengan pencapresan, Agung juga mencatat, perwira tinggi angkatan darat model Gatot tentu tidak akan menjadi orang nomor dua, atau cuma cawapres.

Sebab hal ini akan dinilai memalukan angkatan darat, yang selama ini selalu menjadi capres.

"Dalam sejarah, tak ada perwira Angkatan Darat mau jadi cawapres. Kalau maju, Gatot pasti menjadi capres. Dan partai yang akan mengusung Gatot juga tentu akan mendapat berkah elektoral sebab berdasar UU Pemilu, pileg dan pilpres digelar bersamaan," ungkap Agung.

Agung juga menambahkan, meskipun Gatot diberi panggung politik oleh Jokowi, bukan berarti Gatot akan mau ditekan-tekan untuk tak maju dalam pilpres.

Apalagi, Gatot juga mendapat bintang empat dari saat Presiden SBY.

"Jadi sah-sah saja Gatot menjadi capres," ungkap Agung.

Diberitakan sebelumnya oleh tribunnews.com, hasil survei yang dilakukan Segitiga Institute mengungkap, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, tokoh yang paling banyak dipilih untuk menjadi presiden dengan latar belakang militer.

"Dari data yang diperoleh, ternyata pilihan tertinggi jatuh pada Gatot Nurmantyo yang tingkat elektabilitasnya mencapai 35,9 persen," ujar Direktur Eksekutif Segitiga Institute Muhammad Sukron di Jakarta, Sabtu (30/1/2016) lalu.

Survei bertajuk "Kerinduan Publik Akan Pemimpin Militer" ini dilakukan dengan pertanyaan yang mengerucut kepada sosok pimpinan berlatar belakang militer.

Sukron mengatakan, pihaknya memberikan pertanyaan tertutup dengan menawarkan empat nama yang pernah menjadi Panglima TNI. (trbn/ar)

Category: 

loading...

Berita Terkait

Baca juga


Loading...