14 November 2019

Gagal Urus Pasung dan Stunting, Dinkes Jatim Dituding Tak Becus Kerja

KONFRONTASI -   Komisi E DPRD Jatim menuding Dinas Kesehatan Jatim tak becus kerja karena gagal mengeluarkan data terbaru terkait jumlah warga pasung dan stunting di Jatim.

Salah satu bukti kegagalan Dinkes Jatim, antara lain masih ada sembilan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Blitar yang belum terbebas dari pasung. Padahal, Pemprov Jatim sudah mencanangkan Jatim bebas dari pasung.

"Saya ini tidak yakin bahwa Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur punya data update terkait pasung, stunting," ungkap anggota Komisi E DPRD Jatim Mathur Husyairi saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (22/10/2019).

Mathur yang juga Anggota Fraksi Keadilan Bintang Nurani (FKBN) DPRD Jatim ini menambahkan, seharusnya Dinkes Jatim bersinergi dengan Kabupaten/Kota untuk data dan penanganannya.

"Dana besar tapi miskin data dan kerja dalam menekan angka stunting atau pasung. Sangat disayangkan, jika ini tidak dibenahi," katanya.

Kurangnya koordinasi antara Dinkes Jatim dengan Kabupaten/Kota, kata Mathur, membuat penanganan kesehatan di Jawa Timur terkesan jalan asal-asalan untuk serap anggaran.

"Jadi, perlu dibenahi, bukannya Pemprov punya program andalan yang namanya Smart Province. Kenapa tidak terintegrasi," cetusnya.

Atas tudingan itu, Kepala Dinkes Provinsi Jatim, Dr dr Kohar Hari Santoso mengaku telah memperbarui data terkait penderita stunting maupun Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Blitar.

"Kami sudah update data, yang jelas semua data sudah diklarifikasi," katanya.

Mengenai dinasnya yang disorot, Kohar pun mengapresiasi Komisi E DPRD Jatim. Pihaknya akan klarifikasi ke Dinkes Kabupaten terkait adanya sembilan orang yang di Pasung di Blitar.

"Ya, kami akan klarifikasi ke Dinkes Kabupaten, apakah ini kasus baru atau kasus lama," terangnya. (Jft/Skala)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...