9 December 2019

Freeportgate: Setya Novanto harus Disikat, Diproses KPK. Jokowi Siap Sikat Semua yang Terlibat

KONFRONTASI- Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan Presiden Joko Widodo bertekad membersihkan siapa saja terlibat dalam kasus dugaan pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wapres JK yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto sebagaimana dipertontonkan dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

"Saya dan Presiden Jokowi, setelah melihat semalam, kita bertekad akan membersihkan hal ini. Kita harus tegas. Kita tidak bisa berjalan mundur lagi," tandas Wapres M Jusuf Kalla saat membuka Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) di kompleks MPR/DPR Senayan Jakarta, Kamis (3/12/2015).

Konferensi yang diselenggarakan KPK tersebut juga dihadiri Ketua MPR Zulkifli Hasan, Plt Ketua KPK Taufikurrahman Ruki, Ketua DPD Irman Gusman, namun tidak tampak Ketua DPR Setya Novanto.

JK juga menjelaskan semalam telah dipertontonkan terbuka suatu upaya sekelompok orang pengusaha dan pejabat tinggi negara yang merugikan negara sangat besar.

"Sangat tragis bangsa ini. Semalam belum 24 jam di Gedung DPR MPR ini dipertontonkan sebuah upaya korupsi, sekarang kita bicarakan pencegahannya," kata JK dengan nada tinggi.

Menurut JK, dari rekaman yang diperdengarkan semalam, memperlihatkan sebuah keserakahan manusia.

"Semalam kita diperlihatkan keserakahan, karena saya yakin ketiga orang itu bukan alasan untuk makan. Kita selalu permisif tapi ini harus diselesaikan," ucap JK.

Dia menilai menjelaskan apa yang dipertontonkan secara terbuka semalam dalam sidang MKD adalah suatu upaya sekelompok orang, pengusaha dan pejabat tinggi negara yang merugikan negara sangat besar.

"Kalau kita lihat tragisme semalam, luar biasa. Dengan congkaknya, diperlihatkan semua bisa dikuasai dengan uang," tegas JK.

Dalam kesempatan itu, JK dengan berkelakar menyindir bahwa ke depan dalam acara-acara resmi yang akan hadir dalam lembaga legislatif hanya dua.

"Nanti hanya ketua DPD RI dan MPR yang hadir karena yang satunya (ketua DPR) sudah hilang," kata JK yang disambut tawa hadirin.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menonton sidang terbuka Mahkamah Kehormatan Dewan DPR yang menghadirkan Menteri ESDM Sudirman Said, kemarin. Menurutnya, sidang itu mempertontonkan suatu upaya sekelompok orang pengusaha dan pejabat tinggi negara yang merugikan negara sangat besar. "Sangat tragis bangsa ini," kata JK dengan nada tinggi saat membuka Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) di kompleks MPR/DPR Senayan Jakarta, Kamis (3/12/2015). Menurutnya, dari rekaman yang diperdengarkan memperlihatkan sebuah keserakahan manusia. "Kalau kita lihat tragisme semalam, luar biasa. Dengan congkaknya, diperlihatkan semua bisa dikuasai dengan uang," katanya. Sebagaimana diberitakan, Menteri ESDM Sudirman Said melaporkan Ketua DPR Setya Novanto atas dugaan pelanggaran etik pada 16 November 2015. Sudirman menilai pertemuan Novanto yang ditemani pengusaha berinisial R dengan Direktur Utama PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, tidak patut. Pertemuan ketiganya terjadi sebanyak tiga kali. Terakhir, digelar di sebuah hotel di Jakarta pada 8 Juni 2015. (Inl/k)
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...