22 January 2020

Fraksi Golkar: Joko Widodo Ingkar Janji

KONFRONTASI - Ketua Fraksi Golkar Ade Komarudin menyayangkan kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 2000. Keputusan itu dinilai sebagai pengambilan jalan pintas di saat rakyat sedang susah dan harga minyak mentah menurun.

"Fraksi Golkar menyesalkan pemerintah mengambil jalan pintas dengan menaikkan harga BBM. Ini menunjukkan bahwa Presiden Joko Widodo mengingkari janji-janji kampanyenya pada saat pilpres. Serta tidak memiliki kepekaan terhadap penderitaan rakyat," kata

Ade Komarudin dalam jumpa pers di sela Rapimnas VII Golkar di hotel Melia, Yogyakarta, Selasa (18/11).

Dia menjelaskan, kebijakan yang diambil pemerintah sulit dicarikan alasan dan logika dari sisi hitung-hitungan ekonomi. Mengingat, saat ini harga minyak dunia cenderung terus menurun dari USD 105 menjadi USD 73,5 per barel. Angka itu turun 30 persen dari target asumsi ICP (Indonesia crude price) di APBN 2015.

"Sehingga, momentum kenaikan harga BBM sangat tidak tepat," ujar Ade.

Selain itu, Fraksi Golkar menilai bahwa pemerintah tidak mempunyai konsep dan perencanaan memadai dari dampak kenaikan BBM, terutama untuk transportasi umum.

"Sampai saat ini kami belum melihat komitmen nyata serta langkah dan upaya sistematis pemerintahan Joko Widodo untuk mengatasi permasalahan subsidi BBM. Seperti belum jelasnya arah kebijakan konversi BBM ke gas," kata Ade.[ian/rm]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...