20 March 2019

Festival kebohongan Yang Aneh

Oleh : Nasruddin Djoha

 

Kalau diamati dan dipikir-pikir, kubu Jokowi-Ma’ruf dan para pendukungnya ini makin lucu dan aneh. Kampanye pilpres kok tidak pernah jualan program. Yang ada malah sibuk lempar tuduhan sana-sini. Lempar tuduhan kubu Prabowo-Sandi tukang bohong, tukang njiplak dan macam-macam tuduhan lain yang tidak masuk akal. Semakin tidak masuk akal, semakin seru.

Padahal kalau mau dikumpulin yang paling banyak bohong, ya mereka sendiri. Yang paling banyak buat hoax ya mereka sendiri. Yang paling pas menggambarkan perilaku mereka adalah jargon “Maling teriak maling.” 

Mau adu banyak-banyakan siapa paling banyak bohong? Jokowi pasti gak ada tandingannya. Nyerah aja deh kubu Prabowo.  Namanya inkumben, dia pasti paling banyak janji. Namanya janji kampanye. Coba sebutkan janji mana yang sudah dia penuhi?

Janji mau menghapus Indonesia dari ketergantungan pangan, Eeeh…malah di era Jokowi, hampir semua kebutuhan pangan impor. Mulai dari beras, gula, jagung, kedele, sampai garam. Inilah salah satu keajaiban Indonesia, negara maritim, memiliki salah satu garis pantai terpanjang di dunia, tapi malah impor garam.

Mau bangun tol laut? Eeeeh yang dibangun malah tol darat. Mau menekan harga, harga, malah semua naik. Listrik naik, BBM naik, pajak naik, yang turun tinggal kolor dan sarung.

Capek deh kalau mau buat daftar janji yang tidak ditepati inkumben. Ada yang mencatat 63, 66, malah ada yang mencatat 100 janji. Yang paling gampang,  kita sebut banyak saja. Buktinya sangat banyak. Jejak digitalnya menyampah di mesin pencari Google.

Wakilnya Aki Ma’ruf baru menjadi calon juga sudah ketularan. Bilang Esemka mau diproduksi massal dan diekpor besar-besar  bulan Oktober 2018. Kayaknya sampai Oktober tahun kuda juga gak bakal diproduksi.

Bilang bahwa Habib Rizieq Shihab dibantu dan diberi jaminan pembebasan oleh Kedutaan RI di Arab saat ribut-ribut pemasangan bendera ISSIS di rumahnya. Nyatanya gak ada bantuan apapun, wong HRS memang tidak ditahan oleh polisi Saudi.

Di media ramai diberitakan Ma’ruf disebut masih keturunan Prabu Siliwangi. Barangkali dia mau mengimbangi Jokowi yang oleh para pendukungnya telah dinobatkan menjadi “Raja Jawa”. Pas banget. Yang satu raja, yang satunya lagi keturunan Raja.

Ngomong-ngomong  kita ini mau pilih presiden, atau mau pilih raja?

Di media para pendukung inkumben, sibuk melemparkan tuduhan kubu Prabowo-Sandi banyak melakukan kebohongan-kebohongan, targetnya sebenarnya menutupi banyak kebohongan junjungannya.

Mereka juga sedang menyiapkan “Festival kebohongan” untuk memberi stigma yang kuat kepada kuu Prabowo-Sandi. 

Beberapa waktu lalu PSI memberikan penghargaan “Kebohongan Award” untuk Prabowo-Sandi. Usut punya usut ternyata itu penghargaan kebohongan milik inkumben. Mereka terpaksa mengirim ke Prabowo-Sandi  karena gudangnya sudah penuh. Gak mampu lagi  menampung penghargaan kebohongan, saking banyaknya.

“Barang berharga” itu cuma dititipkan sementara. Nanti pada waktunya penghargaan itu akan dikembalikan lagi ke inkumben, karena mereka memang paling pantas mendapatkannya.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...