19 June 2019

Fahri Hamzah Gugat Petinggi PKS Rp 500 miliar

KONFRONTASI - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah terus berjuang  untuk mencari keadilan atas putusan pemecatan sepihak oleh DPP PKS. Diapun mengajukan gugatan perdata terhadap lima orang individu elite di PKS ke Pengadilan.

Dalam gugatannya itu, Fahri mengikutsertakan penggantian kerugian Rp 500 miliar dari kelima orang individu.

"Ingat, saya tidak menggugat PKS, tapi oknum dalam PKS. Saya tidak menggugat partai, tapi petugas partai," tegas Fahri, Kamis (12/5).

Lima orang yang digugatnya adalah Hidayat Nur Wahid sebagai ketua Majelis Tahkim, dan 4 orang sebagai anggota. Yakni Surahman Hidayat, Abdi Sumaiti, Sohibul Iman (merangkap Presiden PKS), dan Abdul Muiz Sa'adi (merangkap ketua BPDO).

Bagi Fahri, angka Rp 500 miliar dalam gugatannya tidaklah setara dengan nilai kerugian materiil dan kerugian imateriil yang dia derita secara masif akibat tindakan para tergugat. Angka itu lebih mengacu kepada jumlah struktur Dewan Pengurus Daerah (DPD) yang diperlukan untuk memenangkan partai ke depan.

"Lebih kurang sejumlah kabupaten dan kota se-Indonesia," imbuhnya.

Dalam ilmu hukum, lanjutnya, kerugian immateriil berupa tercemarnya nama baik, hilangnya harkat dan martabat, terganggunya kemerdekaan dan kenyamanan dalam bekerja, hilangnya trust masyarakat yang dialami oleh seseorang atas sebuah perbuatan melawan hukum, dapat dimintakan penggantian dalam bentuk uang tunai dalam jumlah tertentu. Gunanya, agar di masa berikutnya, masyarakat menjadi taat hukum.

"Untuk itu angka tuntutan kerugian memang saya tuliskan dengan sadar, selain itu merupakan prasyarat dalam gugatan, juga sebagai bentuk keseriusan saya dalam mengajukan gugatan ke pengadilan. jika saya menulis Rp 1 maka pengadilan akan mengira perkara ini hanya sandiwara," jelasnya.

Dia lalu berjanji, jika proses peradilan terus berlanjut dan memenangkan dirinya, maka sepenuhnya nilai kerugian tersebut akan disumbangkan untuk membangun markas dakwah partai. Dana itu juga jadi bantuan bagi kader dan keluarga yang tidak mampu. "Saya tidak akan menyentuh sepeserpun dana tersebut," imbuhnya.

Dia mengaku merasa sedih dengan proses mediasi oleh pengadilan, yang gagal karena tak hadirnya para tergugat. Baginya, gugatan itu takkan pernah terjadi seandainya mediasi bisa dilaksanakan.[ian/bst]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...