23 October 2019

Fadli Zon Minta Unjukrasa Dilakukan Damai dan Aparat Tidak Reperesif

KONFRONTASI -   Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menyayangkan aksi unjukrasa yang berujung ricuh di kantor Bawaslu, pada Rabu dini hari hingga pagi, (22/5/2019).

Berdasarkan tinjauannya ke Tanah Abang, Fadli mengatakan ditemukan sejumlah proyektil peluru yang sebagian besar karet dan hampa namun ada juga peluru tajam.

"Tadi saya juga bertemu dengan masyarakat di Petamburan (Tanah Abang) karena juga saya ingin dapatkan informasi langsung, di sana juga didapatkan peluru-peluru tajam jumlah peluru saya enggak tahu berapa tapi dikumpulkan baru sepintas saja sudah 171 peluru kebanyakan peluru hampa peluru karet tapi ada peluru-peluru tajam ada yang 9 mil,"kata Fadli di Jalan Kertanegara nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, (22/5/2019).

Bus milik Brimob dibakar massa saat terlibat bentrokan di kawasan Slipi, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Massa aksi pendukung salah satu pasangan capres yang sebelumnya berunjuk rasa di depan Bawaslu, menyerang Asrama Brimob Petamburan dan membakar beberapa kendaraan. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

Bus milik Brimob dibakar massa saat terlibat bentrokan di kawasan Slipi, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Massa aksi pendukung salah satu pasangan capres yang sebelumnya berunjuk rasa di depan Bawaslu, menyerang Asrama Brimob Petamburan dan membakar beberapa kendaraan. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA (TRIBUN/DANY PERMANA)

Fadli mengatakan dibeberapa titik, warga Petamburan mengaku tidak tahu mengapa kemudian unjukrasa ddi depan Bawaslu berlangsung rusuh dan mengarah ke wilayah mereka.

Berdasarkan penuturan warga, kerusuhan tiba-tiba terjadi saat mereka sedang mau mempersiapkan sahur.

"Menurut keterangan masyarakat, saya juga ketemu tokoh pemuda, dan sebagainya mereka tidak sedang dalam posisi menyerang seperti yang disampaikan, mereka sedang biasa saja mau mempersiapkan sahur duduk-duduk," katanya.

Oleh karena itu menurut Fadli perlu ada investigasi mendalam terhadap kejadian kerusuhan di Tanah Abang yang menyebabkan sejumlah kendaraan terbakar itu. Harus dapat diungkap penyebab unjukrasa berujung rusuh, dan siapa pelaku kerusuhan tersebut.

Barikade polisi di Petamburan

Barikade polisi di Petamburan (TRIBUNNEWS.COM/Vincentius Jyestha)

 

 

"Demontrasi damai adalah bagian dari demokrasi itu sendiri tidak perlu ada satu permusuhan kepada warga masyarakt kita dan tidak boleh ada penggunaan kekerasan apalagi peluru tajam, peluru karet, saya kira tidak perlu. Negara-negara demokratis, mereka sudah meninggalkan apalagi senjata laras panjang ini rakyat yang dihadapi, jadi biasanya kalau di negara maju itu biasanya cuma tameng dan pentungan saja tidak ada yang lain," pungkasnya.(Jft/Tribun)


 

 


 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...