8 December 2019

Ekonomi Memburuk, Menteri Titipan dan Jokowi yang Tertekan

KONFRONTASI- Perekonomian Indonesia saat ini sedang pusing tujuh keliling. Harga rupiah jatuh, semua harga kebutuhan pokok sehari-hari sudah naik, dan daya beli masyarakat merosot tajam. Itulah sebabnya, banyak kalangan mendesak Presiden Jokowi agar segera merombak kabinetnya.  

Mengutip dari laman tradingeconomics, kondisi produk domestik bruto (PDB) Indonesia akan terus melemah dari perkiraan 5,7% akan menyusut sampai ke titik 4,6% tahun ini. Inflasi juga akan semakin melonjak hingga mencapai dua digit dan  rupiah diprediksi akan melemah hingga menyentuh level Rp 15.000 per dolar AS.

Celakanya, situasi ini diperparah oleh gaduh politik dan hukum yang tak habis. Situasi ini tentu saja akan mengurungkan investor asing menanamkan uangnya di sini. Padahal, masuknya investor asing bisa mendatangkan devisa dan bisa mengurangi tekanan terhadap rupiah.

Sektor migas dan minerba, yang selama ini menjadi salah satu andalan bagi APBN, kini tak bisa lagi diharapkan. Harga minyak dunia terus anjlok sehingga akan mengurangi penerimaan dalam APBN.

Krisis moneter berskala tsunami sepertinya akan kembali terjadi. Bisa jadi, resesi di era Jokowi akan menghancurkan fundamen perekonomian Indonesia, yang telah dibangun oleh empat pemerintahan sebelumnya di era reformasi. Hadangan Jokowi akan semakin besar manakala kondisi politik dalam negeri juga mulai menghangat, dengan akan dilakukannya Pilkada serentak pada Desember Mendatang. Ongkos pagelaran itu juga tidaklah kecil, pastinya akan menambah beban keuangan negara, belum lagi menghadapi risiko “letupan politik” di daerah pasca Pilkada langsung. Tidak terbayangkan, itu semua adalah masalah yang tak mungkin bisa dihindari oleh pemerintahan Jokowi.

Kepanikan kini menyelimuti pemerintahan Jokowi. Dalam kondis ekonomi seperti ini, salah satu satu cara yang harus ditempuh Jokowi adalah memeras bangsa sendiri melalui beberapa kebijakan seperti menaikkan pajak setinggi-tingginya dari sektor konsumsi, deposito/tabungan, dan juga menaikkan cukai tembakau setinggi-tingginya.

Langkah lain yang bakal dilakukan Jokowi untuk menutupi defisit neraca berjalan yaitu dengan memperluas (ekstensifikasi) pajak atau memajaki apa saja. Selain memberikan pajak pada barang-barang khusus, pemerintahan Jokowi juga akan menaikkan bunga setinggi-tingginya.

Walaupun berisiko, cara-cara tersebut merupakan langkah yang paling cepat untuk menutupi kekurangan pendapatan negara. Dengan situasi stabilitas ekonomi yang goyah seperti sekarang ini, pemerintah memang dituntut untuk lebih tega dan agresif memburu pajak untuk membiayai APBN-P 2015. Apapun risiko yang akan dihadapi terhadap sikap masyarakat, yang pasti kepanikan pemerintah akan menambah kesengsaraan rakyat. 

Kepanikan lain yang menghinggapi pemerintahan Jokowi adalah semakin nyata saja anggota Kabinet Kerja saling menjatuhkan, seperti yang dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan menteri sejenis lainnya. Ia menyatakan ada anggota kabinet yang menghina Presiden Jokowi. Entah mengapa ia sampai mengeluarkan uneg-uneg ke publik. Bisa jadi ini pertanda di antara anggota kabinet sudah tidak ada kecocokan lagi.

Itulah kenapa, saat ini muncul desakan kuat agar Jokowi segera melakukan reshuffle kabinet. Mereka berharap Jokowi agar menggunakan sebaik-baiknya posisinya sebagai presiden yang memiliki hak prerogratif, agar reshuffle benar benar untuk menyelamatkan ekonomi negara.  Gunakanlah hak prerogatif yang diamanatkan Undang Undang Dasar 1945.

Jangan ragu untuk mencopot menteri yang tak becus dan hanya membebani anggaran. Apalagi, kalau terbukti, menteri itu merupakan orang titipan. Dan yang tak kalah pentingnya, tak perlu malu untuk memanggil kembali orang-orang lama yang dianggap berhasil dan bersih dari KKN.

Jokowi harus merombak kabinet sesuai visi-misi Nawa Cita dfan Trisakti Soekarno, bukan sebaliknya. Jokowi harus mendiri dan tidak boleh lemah ditekan Jusuf Kalla maupun  KIH/KMP dan harus merekrut tim ekuin Kabiney yang kredibel dan pro-rakyat, sebab kalau tidak, Jokowi bakal njepat dan tamat. (konfrontasi/http://indonesianreview.com)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...