23 February 2019

Ekonomi Memburuk, Jokowi Hampir Pasti Kalah 2019

KONFRONTASI-  Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) gagal dalam ekonomi dan makin berjarak dengan ummat Islam. Makanya hampir pasti kalah dalam Pilpres, dan Jokowi sudah beruntung tidak dilengserkan ummat, padahal kondisi ekonomi bangsa terus memburuk.
Demikian pandangan Bennie Akbar Fatah, aktivis senior Gerakan 1998 dan mantan Pimpinan KPU 1999 era Presiden Habibie. Menurutnya, meski ada survei LSI Denny JA yang ngotot memenangkan Jokowi, justru survei itu mementahkan Jokowi karena ketahuan bohong dan dustanya.

''Survei LSI Denny JA tidak dipercaya karena tidak kredibel, apalagi di medsos udah bocor bahwa survei itu dibiayai pihak tertentu. Malah jadi bumerang bagi Jokowi karena surveinya bias penguasa dan memenangkan penguasa, padahal rakyat inginkan perubahan akibat memburuknya ekonomi,''kata Bennie Fatah.

Bennie menambahkan, buruknya ekonomi membuat warung-warung, sektor informal dan ekonomi lapisan bawah lainnya makin tergerus. ''Mungkin hanya lembaga survei yang memenangkan Jokowi, sebab di pertarungan riil, rakyat begah dan jenuh dengan Jokowi yang sudah gagal ekonomi dan tidak adil dalam penegakan hukum. Rakyat inginkan perubahan, bukan statusquo,'' tegas Bennie Fatah  yang dipenjara Orde Baru akibat ikut Demo Malari 1974 itu.

Sebelumnya Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengatakan, Pasangan Joko Widodo-KH Maruf Amin dipastikan akan kalah telak jika ekonomi bangsa kian merosot.

 Katanya, pasangan Jokowi-Maruf bakalan kalah menghadapi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dengan cawapresnya, jika dalam sisa masa kepemimpinan Jokowi yang singkat ini, kinerja tim ekonomi Jokowi sebagai petahana terus memburuk.
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...