21 November 2018

Dukung Jokowi-Ma'ruf, Naluri Politik Yusril Sangat Tajam

KONFRONTASI - Pro dan kontra masih berlanjut terkait keputusan bergabungnya Yusril Ihza Mahendra dalam tim penasihat hukum pasangan Capres dan Cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Terutama dalam kaitannya pada sikap politik Yusril yang juga sebagai Ketua Umum PBB jelang Pilpres 2019 mendatang.

Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai, keputusan Yusril itu tentu sudah dipertimbangkan secara matang dalam ranah politik.

"Tentu saja sebagai politisi, Yusril memiliki naluri politik yang tajam," ujar Karyono, Jumat (9/11).

Dia menyebutkan, kiprah Yusril dalam dunia perpolitikan nasional sudah lama. Begitu juga di dalam lingkungan keluarganya yang menjadi garis ideologis Masyumi.

"Dengan pengalamannya sebagai politisi maka dia pasti sudah memiliki kalkulasi politik tentang Pilpres 2019," tegasnya.

Sehingga, sambung Karyono, bergabungnya Yusril bukan saja hanya pertimbangan profesinya sebagai lawyer tapi juga politis. 

"Menurut saya, bergabungnya Yusril ke Jokowi-Ma'ruf sebagai pengacara bukan semata dipengaruhi dimensi profesionalitasnya, tapi sekaligus mengandung dimensi politik," imbuhnya.[ian/rml]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...