27 May 2019

DPD Terbelah: Kubu OSO Gelar Paripurna, Kubu Hemas Bahas Reses

KONFRONTASI-Perseteruan antar dua kubu di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terus memanas. Belasan senator walk out dari Rapat Paripurna DPD Pembukaan Sidang IV. Mereka tak terima lantaran tak dapat penjelasan soal dualisme pimpinan DPD.

Usai keluar dari ruang sidang, mereka berkumpul di ruang tunggu pimpinan DPD, untuk melakukan rapat tertutup bersama Ketua BPK Harry Azhar Azis.

Mereka meminta Harry tak menyampaikan ihtisar BPK tahun 2016 dan penyerahan laporan BPK. Hari ini dalam sidang rapat paripurna memang diagendakan pembacaan itu.

Meski sudah meminta tapi Harry Azhar tetap membacakan ihtisar laporan BPK tahun 2016 di depan pimpinan Oesman 'Oso' Sapta Odang, Darmayanti Lubis dan Nono Sampono.

Setelah itu, belasan anggota itu mengadakan rapat dengan pimpinan terdahulu GKR Hemas dan Farouk Muhammad. Mereka menyerahkan laporan hasil reses.

"Kami rasa bahwa kami berhak menerima laporan daripada anggota DPD yang sekarang tentunya menyerahkan laporan reses kepada kami berdua," kata Hemas, Selasa 11 April 2017.

Farouk menambahkan, pihaknya bakal menindaklanjuti laporan reses itu dengan memasukan ke Sektariat Jenderal DPD RI.

"Saya harap tentu Sekjen akan memperlakukan semua laporan yang masuk sehingga tidak dipandang bahwa anggota DPD telah melakukan kegiatan resesnya menyalahi amanatnya dari masing-masing rakyat di daerah," tambah Farouk.

Hemas dan Farouk masih yakin kalau mereka pimpinan yang sah. Hal itu lantaran pada 3 April 2017, Hemas membuka rapat paripurna dan menyampaikan kalau MA mencabut tata tertib nomor 1 tahun 2016 dan 2017 tentang DPD salah satunya terkait masa jabatan pimpinan.

Artinya, kata dia, tata tertib kembali ke tahun 2014 yang mana masa jabatan pimpinan DPD lima tahun. Itu berarti Hemas dan Farouk masih sebagai pimpinan DPD.

"Setelah itu sidang saya tutup berarti tidak ada lagi yang dibuka," tandas Hemas. [mr/mtv]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...