6 December 2019

Disayangkan, Kaum Neolib Jaringan Mafia Migas Kembali Kuasai Istana

KONFRONTASI - Belakangan ini beredar kabar bahwa Jokowi akan menunjuk Kuntoro Mangkusubroto sebagai kepala staf kepresidenan. Hal ini sangat disayangkan, karena rekam jejak akademisi ITB ini kurang begitu baik, mudah dikendalikan asing dan sarat dengan konflik kepentingan. Demikian disampaikan oleh peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP) Gede Sandra belum lama ini.

“Kuntoro lah yang pertama kali memperjuangan draft UU Migas titipan Amerika, terhitung sejak akhir Orde Baru. Jadi kurang tepat kalau orang menyalahkan SBY dan Mega atas keberadaan UU yang kontroversial ini, karena biangnya adalah Kuntoro.”

Gede menekankan, bahwa mantan kepala UKP4 di era SBY ini memang dikenal keranjingan apapun yang berbau Amerika. Sejak lama memang Kuntoro dikenal sebagai mitra dekat perusahaan konsultan asal AS McKinsey. Bahkan ia mempunyai mimpi membuat semacam west wing Gedung Putih di lingkungan istana Merdeka nanti. Maka wajar bila ideologi liberalisme menjadi keyakinan Kuntoro.

Selain neolib, ternyata Kuntoro juga bermasalah dengan KKN. Bahkan dirinya pernah dipecat dari jabatannya sebagai Direktur PLN pada masa Gus Dur karena memiliki konflik kepentingan dengan perusahaan raksasa batubara milik sahabatnya semasa kuliah, Suharya, sehingga tidak mampu melakukan renegosiasi harga listrik Paiton.

Yang cukup mengejutkan, Kuntoro juga diduga cukup dekat dengan Mafia Migas. Karena dalam putusan KPPU tahun 2004 terkait VLCC, ada disebutkan bahwa Kuntoro Mangkusubroto adalah anggota dewan komisaris PT Perusahaan Pelayaran Equinox. Seperti diketahui, bahwa pemilik dari Equinox tak lain adalah Sang Mafia Migas.

“Jadi sebenarnya menjadi pertanyaan besar, mengapa Menteri ESDM Sudirman Said malah mengundang Kuntoro, yang diduga sangat dekat dengan Mafia Migas, ke Kantor ESDM beberapa hari setelah dilantik Jokowi? Itu jauh sebelum tim pemberantasan Mafia Migas pimpinan Faisal Basri  berdiri.” Pungkas Gede

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...