21 October 2019

Dipolisikan RJ Lino, Masinton Tak Gentar

KONFRONTASI-Tim kuasa hukum Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino melaporkan balik anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Masinton Pasaribu ke kepolisian. Politisi PDI Perjuangan itu dilaporkan ke polisi terkait langkahnya melaporkan Lino ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Kami melaporkan ke polisi, Bareskrim, dengan terlapor MS (Masinton Pasaribu) dan kawan-kawan dalam dugaan tindak pidana memberikan keterangan kepada media tentang dugaan pemberian gratifikasi dari klien kami, RJ Lino, kepada Menteri BUMN," kata salah satu pengacara Lino, Rudi Kabunang, dalam jumpa pers yang digelar di Jakarta, Rabu (30/9/2015).

Merespon hal tersebut, Masinton Pasaribu menegaskan, ia memiliki tugas dan tanggung jawab mengungkap kebenaran. Ia mengaku tak akan surut karena gertakan dan laporan orang-orang bermasalah.

"Terima kasih saya sudah dilaporkan (ke polisi). Ketakutan saya cuma satu, jika orang-orang baik dan benar menggugat saya. Tetapi kalau cuma laporan dari orang-orang yang bermasalah, pasti saya hadapi," ujar Masinton di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (30/9).

Politisi PDI Perjuangan itu yakin dengan informasi yang disampaikannya ke KPK. Menurutnya, ia menyebut nama RJ Lino karena faktanya nama direktur utama Pelindo II bulan Maret 2015 adalah RJ Lino.

"Bukan hanya nama RJ Lino yang saya sebut, saya juga menyebut nama Rini Sumarno sebagai menteri BUMN. Itu fakta yang saya sampaikan, dan saya pertanggungjawabkan fakta itu," katanya.

Masinton balik bertanya apakah menyebut nama RJ Lino dan Rini Sumarno itu kategori pelanggaran hukum? "Saya malah balik bertanya, nama RJ Lino dan Rini Sumarno ini sudah seperti nama 'super maha suci' alias dewa langit yang tidak boleh disebut karena bisa dilaporkan ke Polisi," tanyanya.

Masinton menyatakan, ia berkonsentrasi melaksanakan tugas dan fungsi sebagai DPR. Ia sekarang sedang fokus untuk Pansus Pelindo II, menggali informasi dan data berkaitan dengan pelanggaran hukum di perusahaan itu.

"Juga melengkapi dokumen berkaitan dugaan adanya gratifikasi dari dirut Pelindo II ke menteri BUMN," ucapnya.[mr/bst]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...