9 December 2019

Dinilai Sudah Tidak Profesional, KPK Sudah Saatnya Dievaluasi

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah saatnya dievaluasi agar profesionalisme institusi pemberantasan korupsi tersebut tetap terjaga. Dengan demikian, upaya memberantas korupsi tetap terjaga sampai Indonesia benar-benar bebas korupsi. Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Lembaga KPK Watch Indonesia, M Yusuf Sahide.

“KPK saatnya harus dievaluasi. Banyak kebijakan KPK, menurut kami sudah tidak profesional. Dalam pemeriksaan warga negara, ketika digugat, setiap orang harus diberi hak hukum, klarifikasi berimbang terbatas. Jangan lihat sebagai objek, tapi subjek. Kalau sudah dipanggil dan diperiksa, baru dinaikkan tersangka, itu baru wajar. Keinginan pembuat Undang-undang jangan dibelokkan,” katanya , Kamis (22/1).

Menurutnya, saat pemilu 2014, Ketua KPK, Abraham Samad sempat mengeluarkan statement politis, temasuk ketika pemberian label merah kepada beberapa calon menteri. Jika memang memiliki cukup bukti, KPK dipersilahkan segera menyeret nama-nama tersebut.

Saat ini, KPK Watch Indonesia melihat lembaga antikorupsi itu dilanda berbagai isu negatif, termasuk isu foto mesra isu "rumah kaca", yang melibatkan salah satu pimpinan KPK.

Dalam waktu dekat KPK Watch Indonesia akan meminta Komisi III DPR RI, Badan Reserse Kriminal dan Dewan Etik KPK untuk melakukan pemeriksaan terhadap kebenaran foto maupun isu "rumah kaca", yang diduga melibatkan Abraham Samad.

Ditegaskan, beredarnya isu foto dan "rumah kaca" tidak bisa didiamkan dan harus dipastikan kebenarannya.

“Kami akan meminta wilayah etik KPK untuk memeriksa, apa benar melibatkan pimpinan KPK. Kami akan mendatangi Komisi III dan Mabes Polri. Jangan sampai dibuat liar di permukaan,” katanya.

Menurutnya, yang memiliki kewenangan melakukan penyidikan kasus tersebut adalah Mabes Polri dan Kejaksaan. Oleh sebab itu, pelaporan ke Mabes Polri dilakukan bila memang ditemukan unsur pidana, sesuai Pasal 36 UU 30 Tahun 2002 Tentang KPK.

Dalam sebuah tulisan berjudul Rumah Kaca Abraham Samad, yang diunggah ke media sosial, salah satu media sosial membeberkan adanya beberapa kali pertemuan terlarang terkait posisi Samad, yang hendak diajukan menjadi calon wakil presiden 2014-2019, mendampingi Joko Widodo.[Mr/bs/sp]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...