24 August 2019

Dimana Tahrir Square?

Oleh: Syahganda Nainggolan

 

 

Ketika Jumhur Hidayat mengundang secara terbuka untuk demo di Bawaslu, aksi2 awal, saya bertanya padanya, di mana Tahrir Square? Seorang aktifis di sebelah dia mengatakan di sinilah, di Sarinah. Pertanyaan saya intinya di mana perjuangan berpusat? 

Tadi malam, karena saya datang setelah Isya (rencana mau bermalam awalnya), sekitar 50.000 massa sudah memenuhi pelataran sebelah Sarinah, jalan segiempat Wahid Hasyim-Thamrin. Tumplek memanjang ke arah Tanah Abang dan ke arah Jl. Jaksa. Oh, ini maksudnya Sarinah Square, dalam hatiku. 

Tahrir Square adalah simbol perjuangan pembebasan di Mesir. Tahrir artinya Liberation atau Pembebasan. Sedangkan Sarinah adalah simbol emak 2 yang revolusioner. Sukarno mengatakan apa yang diajarkan emak pengasuhnya setiap hari padanya;
"Karno, pertama engkau harus mencintai ibumu. Kemudian, kamu harus mencintai rakyat jelata. Engkau harus mencintai manusia umumnya." 

Perjuangan di Sarinah Square sudah dimulai tadi malam. Rakyat telah menjejakkan kakinya di sana. Emak-emak telah merelakan keluarganya turun ke jalan, ada yang membagi2 bunga, makanan, tim medis,  dan bahkan berorasi memberi semangat pada massa rakyat. 

Perjuangan menegakkan demokrasi tadi malam juga sudah memakan banyak nyawa, setidaknya 6 nyawa manusia versi kunjungan Anies ke rumah sakit. Tentu akan banyak nyawa dan darah lagi dan lagi. Sesuatu yang tidak terhindarkan dalam menegakkan kebenaran. 

Hari ini saya mendapat kabar Prabowo Subianto, akan datang ke Sarinah Square. Semoga perjuangan kita untuk kebenaran, keadilan, demokrasi dan kemanusian semakin berkobar dan Allah memberi kemenangan.

 

 

Syahganda Nainggolan, Ketua Sabang - Merauke Circle

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...