17 October 2019

Diduga Ada 'Cincai' Bisnis di Balik Dukungan Surya Paloh ke Jokowi

KONFRONTASI-Dukungan yang diberikan Partai NasDem kepada Joko Widodo dalam Pilpres lalu diduga  lantaran ada kepentingan bisnis Ketum NasDem Surya Paloh. Hal tersebut disampaikan Rachmawati Soekarnoputri.

Keputusan mendukung Jokowi, kata dia, tidak melalui forum resmi partai, dimana Rachma saat itu memilih mengundurkan diri sebagai Ketua Dewan Pertimbangan NasDem.

"Nah ketahuan juga akhirnya, terungkap juga kenapa pemilik partai NasDem ngotot berkoalisi mendukung Jokowi. Ternyata ada udang dibalik batu, ada uang dibalik bisnis energi crude oil Sonangol," kata Rachmawati.

"Kalau lah rezim penguasa sudah bukan kelas negarawan, tapi klas profitur dengan ideologi kapitalisme, sudah dapat dipastikan Indonesia akan tenggelam, seperti Jokowi memerintahkan menenggelamkan kapal asing."

Beberapa hari ini beredar luas pemberitaan mengenai peran Surya Paloh dalam kerjasama Pertamina dengan Sonangol EP sebagai pemasok kebutuhan minyak Indonesia. Paloh disebut-sebut menjadi pembisik utama nama Sonangol EP ke kuping Jokowi.

Paloh tak menampik kabar tersebut. Dia mengakui menyarankan Jokowi agar Pertamina bekerjasama dengan Sonangol. Adalah PT Surya Energi Raya, perusahaan minyak milik Surya Paloh, yang mempertemukan Pertamina dan Sonangol. Namun, Surya Paloh membantah dirinya memiliki kepentingan bisnis dalam impor minyak Angola.

Grup Sonangol adalah kongsi lama Surya Paloh. Tahun 2009, Surya Energi mendapat pinjaman modal dari China Sonangol International Holding Ltd. Anak usaha Sonangol EP tersebut menyuntikkan dana 200 juta dollar AS ke Surya Energi untuk menggarap Blok Cepu.

Surya Energi adalah pemilik 75 persen saham PT Asri Darma Sejahtera. Sementara 25 persen saham perusahaan ini  dikuasai oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa  Timur. Asri Darma inilah yang memboyong 4,5 persen saham blok minyak jumbo di Cepu.[mr/aktl]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...