22 March 2019

Dicurigai Ada Instrumen Intelijen Digunakan Dalam Perekaman Freeportgate

KONFRONTASI-Percakapan Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha M Riza Chalid (MR), dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Maeroef Sjamsoeddin (MS), dicurigai Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tidak direkam sendiri oleh Maroef, tapi ada orang lain.

Ini didasari analisa yang ia lakukan terhadap rekaman tersebut, bahwa suara di rekaman terdengar dari jarak yang sama. Seharusnya, bila mengacu keterangan Maroef di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), ketika rekaman diletakkan di atas meja persis di depan Maroef, maka volume suara ketiganya berbeda-beda.

"Kemarin Pak Novanto mencari tahu rekaman dilakukan secara apa. Karena rupanya bukan Maroef yang merekam itu. Jarak Pak Novanto, MS dan MR, sama dengan alat rekam. Analisanya, jarak alat rekam itu sama. Itu menandakan, rekaman itu dilakukan bukan diruangan ini (pertemuan), ada di ruangan lain," kata Fahri di gedung DPR Jakarta, Jumat (11/12). 

Karenanya politikus PKS itu curiga ada penggunaan instrumen intelijen dalam operasi perekaman tersebut. Untuk itu, Fahri mendorong kalaupun mau dilanjutkan, maka rekaman tersebut harus diteliti oleh Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) maupun Mabes Polri. 

"Ada kemungkinan penggunaan alat intelijen. Yang mencurigakan, kenapa alat rekaman semua jaraknya sama. Kita bisa minta Lemsaneg, dan Mabes Polri (mengaudit rekaman). Memang ada niat jahat dengan hal ini," pungkasnya.[mr/jpn]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Jumat, 22 Mar 2019 - 16:03
Jumat, 22 Mar 2019 - 15:57
Jumat, 22 Mar 2019 - 15:53
Jumat, 22 Mar 2019 - 15:50
Jumat, 22 Mar 2019 - 15:46
Jumat, 22 Mar 2019 - 15:43
Jumat, 22 Mar 2019 - 15:38
Jumat, 22 Mar 2019 - 15:26
Jumat, 22 Mar 2019 - 15:21
Jumat, 22 Mar 2019 - 15:19
Jumat, 22 Mar 2019 - 15:12
Jumat, 22 Mar 2019 - 15:06