25 May 2019

Di Rezim Jokowi, Listrik Masih Menjadi Masalah

KONFRONTASI -  Pakar Energi dan Ahli Kelistrikan Ali Herman mengaku, dalam empat tahun terakhir masalah kelistrikan masih menjadi masalah utama di Indonesia. Tarif listrik yang menggila itu tak lepas dari naik turunya harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

“4 tahun terakhir kita selalu bermasalah dengan energi dan kritikan ditandai dengan naik turunnya BBM, ditandai dengan LPG dan gas alam, ditandai dengan kelistrikan,” kata Ali Herman di acara diskusi publik Indonesia Pasca Jokowi dengan tema ” Kedaulatan Energi, Apa Solusi?”, Kamis (7/2).

Selain tarif listrik yang tak stabil, gas alam yang berlimpah di Indonesia ini tak mampu dikelola dengan baik oleh Pemerintah, meski dari data ekspor lebih banyak tapi tidak mampu mengatasi masalah kelistrikan di Indonesia, hingga pabrik-pabrik banyak mengeluh, hingga berujung pada penutupan.

“Gas alam, kita tahu bahwa gas alam ini walaupun diproduksi dalam negeri, banyak sekali kita ekspor, tapi itu masih kurang. Di Sumatera Utara orang mengeluh pabrik karet banyak yang tutup, di Jawa Barat banyak pabrik keramik yang memakan gas alam dan dia menjadi tutup, kemudian pabrik pupuk di Jawa Timur kadang-kadang mengeluh karena kurang listrik dan kurang gas,” ucapnya.

Masalah-masalah ini yang memoengaruhi terpuruknya ekonomi nasional. Lanjut Ali Herman, masalah gas LPG juga ikut mengancam perekonomian bangsa dengan langkahnya gas LPG, hingga langkah impor menjadi solusi jitu bagi Pemerintah.

“Kemudian LPG, negara kita emang tenang tetapi sebenarnya tentang LPG ini negara kita dibuat susah, olehnya itu kita harus impor LPG lebih banyak. LPG 3 setengah kilo itu harus kita impor bahan isinya itu 6,25 juta ton per tahun, dan tahun ini 6,25 juta ton dan harganya hampir 500 dolar kira-kira per ton,” jelasnya.

“Kalau kita lihat harga gas LPG 500 Dolar, berarti 10.000 per kilo atau biayanya 15.000 per kilo, tapi kita beli Rp15.000 per tabung. Berarti 3 kilo itu Pemerintah atau negara itu menyediakan dana dari APBN untuk mendukung itu, sebenarnya itu masalah walaupun kita nyaman,” tutupnya. (Jft/Fajar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...