26 April 2019

Demokrat Ingatkan PSI Jangan Sampai Berubah Jadi Partai Sensasi Indonesia

Konfrontasi - Penghargaan "Kebohongan Award" Partai Solidaritas Indonesia (PSI) hanyalah upaya mencari sensasi demi mendapatkan perhatian publik.
 
Hal itu dilakukan hanya untuk memperoleh tingkat elektabilitas agar lolos ambang batas perlemen (parliamentary threshold) di DPR.
 
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin menanggapi santai tentang penghargaan yang disampaikan terhadap Prabowo Subianto, Sandiaga Salahuddin Uno, dan Andi Arief itu.
 
"Tidak apa-apa. Biar publik yang menilai, ya semoga dapat kursi di Parlemen. Nanti 17 April jawabannya," kata anggota DPR ini usai mengisi diskusi di kawasan Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1/2019).
 
Dikatakan Didi Irawadi, award PSI itu hanyalah buntut dari upaya sekumpulan anak muda yang tengah mencari jati diri.
 
Namun demikian, diingatkannya jika ingin PSI lolos ke Senayan, para punggawanya jangan hanya mengkritisi lawan politik, tapi juga harus berani mengkritisi semua kebijakan pemerintah yang dirasa tidak tepat. Jika tidak, itu hanyalah cari sensasi.
 
"Saya belum dengar kritiknya misalnya mobil Esemka, banyak dan lain-lain, kalau berani ke dalam (penguasa) saya hormat. Tapi kalau keluar (luar pemerintah) hanya cari sensasi, nanti berubah nama bukan Partai Solidaritas Indonesia lagi tapi Partai Sensasi Indonesia, enggak bagus," pungkas Didi Irawadi. (rmol/mg)
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...