25 August 2019

Demokrat: Donald Trump Lecehkan Konsensus Internasional

Konfrontasi - Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas menilai pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel telah mencederai perdamaian dunia. Padahal, dia mengatakan AS adalah negara panutan demokrasi.

“Kami sangat prihatin mendengar Presiden AS, Donald Trump, presiden negara panutan demokrasi dunia mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan kecaman dunia. Di saat dunia internasional terus membangun komitmen dan terus menjalin persatuan untuk menciptakan kedamaian dan keamanan global, kini proses itu tercederai,” kata Ibas, melalui keterangan persnya, Sabtu, 9 Desember 2017.

Menurut anggota Komisi X DPR itu, pernyataan Trump tersebut tidak mencerminkan sikap pemimpin negara adidaya yang selama ini berperan besar menjaga perdamaian dunia. Dia pun mendorong Indonesia berperan aktif dalam membangun komunikasi diplomatik untuk mendesak Trump menaati resolusi DK PBB soal konflik Israel-Palestina.

“Tindakan sepihak Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel juga tidak menghormati proses, kerja keras, dan upaya serius banyak negara dunia untuk menciptakan perdamaian bersama,” ujar dia.

Ibas menambahkan, dunia internasional selama ini berkomitmen kuat menaati aturan bahwa Yerusalem adalah wilayah yang berada di bawah kewenangan internasional, dan diberikan status hukum dan politik yang terpisah (separated body). Dia menuturkan, pada 1947, PBB membentuk komite khusus membahas soal Palestina yaitu United Nations Special Committee on Palestine (UNSCOP) yang kemudian merekomendasikan pembagian Palestina menjadi wilayah Arab dan Yahudi atau dikenal dengan “Two State Sollution”.

“Jelas Presiden Donald Trump telah melecehkan konsensus internasional dalam resolusi Majelis Umum PBB Nomor 181 tahun 1947 yang di dalamnya tertera rekomendasi two state solution. Kami mendesak agar proses perdamaian multilateral yang telah dibangun bersama lembaga-lembaga internasional lainnya dihormati untuk menjaga perdamaian di Timur Tengah,” katanya.

Ibas yang pernah ditugaskan di Komisi I DPR bidang luar negeri itu melanjutkan konflik Palestina-Israel tak pernah luput dari perhatian dunia internasional. Apabila Trump masih menghormati eksistensi negara-negara lain yang sejak awal berperan aktif bersama menjaga perdamaian dunia, maka tidak ada alasan lagi bagi Presiden Donald Trump untuk tidak mematuhi deretan resolusi PBB dan lembaga internasional lainnya soal Yerusalem.

“Jangan lupa proses panjang yang telah ditempuh bersama semua pihak menuju perdamaian di Timur Tengah. Sederetan daftar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan lembaga internasional berkaitan dengan Yerusalem sejak perang 1967 harus dihormati. Ada resolusi Majelis Umum PBB, ada juga sederetan resolusi DK PBB, serta resolusi UNESCO atas Yerusalem. Semua kesepakatan ini harus menjadi landasan bersama penyelesaian konflik Palestina-Israel,” tuturnya. (vv/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...