25 May 2018

Darmin Nasution usulan JK dan Neolib, Harus Ditolak, Jangan sampai Masuk Kabinet

KONFRONTASI - Presiden Joko Widodo diingatkan bahwa sosok Darmin Nasution  yang diusulkan Jusuf Kalla jadi menko ekuin, berpotensi memiliki masalah hukum. Darmin disebut-sebut  pernah terseret kasus korupsi pajak Gayus Tambunan. Mantan Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution juga pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus Bank Century, Kamis, 29 Agustus 2013.  Darmin  waktu itu bersaksi untuk Budi Mulya, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengelolaan Moneter Devisa yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

''Darmin Nasution itu Neoliberal,  bakal didemo dan diprotes relawan Jokowi, Seknas dan Projo kalau sampai masuk kabinet. Dan kalau Jokowi konsisten dengan Trisakti, Nawa Cita dan Revolusi Mental, maka Darmin harus ditolak masuk kabinet karena bertentangan dengan semangat dan tekad ideologis Jokowi,'' kata Direktur Riset Freedom Foundation, Mohamad Nabil, Selasa ini (4/8/15)

Rizal Ramli adalah reformis  dan pendobrak kebekuan maupun sumbatan ekonomi, ketimbang Darmin yang neolib, birokratis dan  normatif serta lembek untuk melakukan gebrakan, kata Nabil, analis dari UIN Jakarta itu.

"Dia (Darmin Nasution) bagian dari masa lalu yang bermasalah. Terlepas dari perdebatan soal kapasitas dan kapabilitas seorang Darmin Nasution, percuma saja kalau figur yang menurut publik bermasalah yang dipilih memperkuat kabinet kerja," ujar aktivis  Ridwan Darmawan kepada pers.

Ridwan mengingatkan selain tidak berpotensi masalah hukum, presiden Jokowi sebaiknya merekrut orang yang punya pemahaman dan tahu bagaimana menjalankan Trisakti dan Nawacita Bung Karno kedalam tim ekonominya.

"Kenapa tidak diutamakan figur-figur yang track recordnya jelas, paham Trisakti dan Nawacita, dan punya pembelaan yang nyata kepada rakyat kecil. Banyak kok figur seperti ini," katanya.

Menurut Ridwan, ada banyak figur yang tidak bermasalah, pro rakyat, paham Trisakti dan Nawacita yang bisa dipilih Prpesiden Jokowi memperkuat tim ekonominya.

"Ada Arif Budimantan, Imam Sugema, atau Bustanul Arifin. Kalau mau yang lebih reformis dan progresif, nama Rizal Ramli bisa dipilih,"  tukas Ridwan.

 Peluang Sri Mulyani Indrawati untuk kembali menduduki kursi menteri di bidang ekonomi  masih samar dan tak jelas.  Nama lain yang disebut-sebut tengah dipertimbangkan masuk ke tim ekonomi kabinet, yakni Rizal Ramli.

Sri dan Rizal Ramli sama-sama pernah menduduki posisi Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Keuangan. Sri kini menjabat sebagai Managing Director Bank Dunia yang bermarkas di Washington D.C. Sedangkan Rizal Ramli kini menjabat sebagai  Panel Ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa bersama ekonom pemenang nobel Amartya Sen dan para ekonomi dunia, selain Komisaris Utama Bank Negara Indonesia (BNI).

Nama kedua ekonom senior itu muncul di tengah kian santernya isu rencana perombakan kabinet, yang kabarnya akan dilakukan setelah hari raya Idul Fitri. Jokowi memang tengah mengevaluasi kinerja seluruh menteri.

Evaluasi tersebut bisa berujung pada perombakan atau pergantian menteri. Tim ekonomi baru diharapkan bisa mengatasi setumpuk masalah ekonomi jangka pendek saat ini. Mulai dari perlambatan pertumbuhan ekonomi, anjloknya mata uang rupiah, hingga kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok. 

Menurut sumber Katadata, Rizal Ramli dipertimbangkan untuk memegang jabatan sebagai Menko Perekonomian, menggantikan Sofyan Djalil. Namun, Sri diharapkan lebih mengisi posisi Menteri Keuangan yang sangat strategis, untuk menggantikan Bambang P.S. Brodjonegoro.

Persoalannya, jika Sri diplot menjadi Menteri Keuangan, dirasa belum ada sosok yang tepat untuk mengisi kursi Menko Perekonomian. “Perlu orang yang lebih senior sebagai Menko kalau Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan,” kata sumber tersebut. “Dan jika Rizal Ramli yang menjadi Menko Perekonomian, tampaknya chemistry dan style keduanya tidak cocok.'' Rizal lebih cocok dengan Bambang Brodjonegoro ketimbang Sri yang tersangkut skandal Centurygate dan terseret kasus TPPI. (kh)

Category: 
Loading...

Pages