23 August 2019

Chep Hernawan, Ketua Garis Bantah Aksi 22 Mei Terkait dengan ISIS

KONFRONTASI -  Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (Garis), Chep Hernawan membantah dua orang yang diamankan pihak kepolisian dalam aksi 22 Mei di Jakarta merupakan anggotanya. Ia juga menolak jika Garis terus dikaitkan dengan ISIS.

Chep menjelaskan, pada kegiatan di Jakarta kemarin, Garis memang memberangkatkan dua unit ambulans beserta beberapa orang sebagai tim medis dalam aksi tersebut. Namun, di antara tim medis yang berangkat ada juga dua orang anak buah dari salah seorang ulama di Cianjur.

"Di satu mobil itu ada empat orang tim medis, ada juga dua orang anak buah Ustaz Umar yang ikut bersama ambulans Garis ke Jakarta," kata dia, Kamis, 23 Mei 2019.

Ia mengatakan, saat aksi cukup banyak korban luka yang dibawa tim medis dan ambulans dari Garis, sehingga tim beberapa kali datang dan pergi ke rumah sakit. Akan tetapi, dua orang anak buah Ustad Umar yang ikut tidak terlihat saat tim sibuk membawa korban luka.

"Begitu tiba di rumah sakit, saya dapat informasi jika mereka ikut diamankan pihak kepolisian dengan 200 orang lebih lainnya," kata Chep.

Lebih lanjut dikatakan, karena menumpang di dalam ambulans dan tim medis dari Garis, keduanya pun mengaku sebagai anggota tim saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Padahal keduanya jelas bukan anggota Garis.

Kemudian, penjelasan terkait uang tunai yang turut diamankan dari dua orang tersebut, dikatakan jika uang tersebut merupakan dana santunan yang dititipkan dari sejumlah orang dermawan di Cianjur. Namun, ikut terbawa dalam aksi ke Jakarta.

"Mungkin ustaz mereka menitipkan uang, padahal mereka mau ke Jakarta. Jadinya ditemukan (oleh polisi). Tapi katanya itu buat santunan, bukan untuk donasi aksi. Karena kalau dalam aksi itu segala kebutuhan sudah ada, melimpah," ucapnya.

Chep pun menyayangkan pernyataan dari pihak kepolisian yang terkesan menyoroti Garis. Ditambah lagi, ada pernyataan yang  menyangkutpautkan Garis dengan ISIS.

"Ini jelas tendensius dan memfitnah Garis. Dua orang yang bukan anggota kami saja disebut anggota Garis, ditambah dikaitkan dengan ISIS. Kami sangat menyayangkan pernyataan itu dan perlu untuk diklarifikasi," ujar dia menegaskan.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, polisi menangkap dua orang yang merupakan anggota Gerakan Reformis Islam (GARIS). Kedua orang tersebut mengaku ingin melakukan jihad pada aksi 22 Mei.

Dua orang tersebut merupakan bagian dari 257 orang yang diamankan petugas. Namun identitas kedua orang yang diamankan itu tidak disebutkan. 

Pernyataan Polri
Sebelumnya diberitakan, Mabes Polri menduga kelompok tertentu yang berafiliasi dengan ISIS menunggangi aksi massa damai pada 21-22 Mei 2019 di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Jakarta.

"Informasi itu diperoleh aparat kepolisian dari hasil penangkapan terhadap dua tersangka warga luar Jakarta. Mereka merupakan bagian kelompok Gerakan Reformis Islam (Garis) yang pernah menyatakan sebagai pendukung ISIS," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal, saat jumpa pers di Media Center Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Berdasarkan keterangan kedua tersangka itu, lanjut Iqbal, mereka memang berniat untuk jihad pada aksi unjuk rasa pada 21-22 Mei. "Kami temukan bukti-bukti kuat," ujarnya pula.

Menurut dia, salah satu Ketua Dewan Syuro Garis ialah Abu Bakar Ba'asyir, terpidana kasus terorisme yang saat ini mendekam di Lapas Gunung Sindur, Bogor. Kelompok itu, bahkan pernah mengirimkan kadernya untuk melakukan perjuangan ke Suriah.

"Penting dilaporkan ke publik bahwa benar ada kelompok-kelompok penunggang gelap kegiatan unjuk rasa. Ini kelompok yang diduga terafiliasi pada ISIS. Sekarang kami sedang mengejar tokoh yang sudah disebut dua tersangka itu," katanya lagi.

Iqbal menambahkan, kelompok Garis merupakan salah satu perusuh aksi damai di depan Bawaslu. Artinya, mereka bukan bagian dari massa spontanitas.(jft/PR)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...