21 January 2019

Budi Gunawan Digantung, Yudi Latief: Jokowi Makin Memperuncing Persoalan

KONFRONTASI - Analis politik, Yudi Latif menilai sikap Presiden Joko Widodo yang terkesan menggantung status Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai calon Kapolri akan semakin membuat rumit situasi politik. Begitu juga dampaknya pada ketidakharmonisan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri.

Menurut dia, seharusnya sudah ada satu keputusan yang diambil presiden setelah pimpinan KPK menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi. 

"Sebenarnya semua begitu jelas, terang benderang menurut peraturan yang ditandatangani presiden ketika itu Megawati, dinyatakan calon pejabat tersangka  otomatis tidak boleh dilanjutkan (pencalonannya)," jelas Yudi saat ditemui di Harmoni One, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (7/2).

Cendekiawan penulis buku Negara Paripurna ini pun menekankan, bola kini ada di tangan presiden untuk mengambil keputusan sesegera mungkin terkait permasalahan tersebut.

"Digantung begini makin runcing persoalan," pungkasnya.

Sebelumnya, koordinator bidang hukum Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho, saat jumpa wartawan di kantor YLBHI, Jakarta, Kamis (5/2), "meramal" setidaknya ada sembilan dampak jika tetap melantik Budi Gunawan atau menangangkat Kepala Bareskrim Komjen Budi Waseso sebagai Kapolri baru.

Pertama Jokowi dinilai tidak punya komitmen berantas korupsi. Kedua, Jokowi dianggap ingkar janji dan abai dengan program Nawa Cita. Ketiga, berpotensi dilmakzulkan. Keempat, merosotnya kepercayaan publik.

Kelima, Jokowi bisa menjadi presiden terburuk sepanjang sejarah Indonesia. Keenam, membuat kerja pemberantasan korupsi tidak produktif. Ketujuh, Jokowi akan memperburuk kinerja dan citra kepolisian. Kedelapan, Jokowi berpotensi melemahkan KPK. Terakhir, hubungan KPK dan Kepolisian akan kian tidak harmonis. [ian/rm]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...